nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Edarkan Obat-obatan Terlarang, 4 Pemuda di Kulonprogo Diringkus

Kuntadi, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 17:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 17 510 2169858 edarkan-obat-obatan-terlarang-4-pemuda-di-kulonprogo-diringkus-peIZOZFcSI.jpg Ilustrasi obat-obatan terlarang. (Foto: Dok Okezone)

KULONPROGO – Polisi membongkar jaringan pengedar obat-obatan terlarang di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Empat orang diringkus terkait kasus ini, berikut barang bukti ratusan butir obat-obatan dan uang hasil penjualan.

Masing-masing adalah AF (19), warga Sidomulyo, Pengasih, Kulonprogo; Sup (25), warga Pendoworejo, Girimulyo, Kulonprogo; WS (25), warga Pendoworejo, Girimulyo; dan Aaf (27), warga Sidomulyo, Pengasih.

"Empat tersangka ini merupakan satu jaringan, namun mereka ditangkap terpisah dan mengedarkannya juga terpisah," jelas Kasatresnarkoba Polres Kulonprogo AKP Munarso di kantornya, Senin (17/2/2020).

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan adanya peredaran obat-obatan terlarang. Dari informasi ini polisi menangkap DA dengan barang bukti empat butir trihexylpenidhil.

Berdasarkan informasi itu, petugas membekuk empat tersangka lain. Bahkan dari WS, polisi mendapat barang bukti 149 butir pil yarindo.

"Barang-barang ini dibeli secara online dan ditranfer. Kemudian barang dikirim dan diletakkan di tempat-tempat tertentu," jelasnya.

Atas perbuatan itu, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 197 dan 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara.

Sementara AF mengaku selain mendapat barang dari WS, juga memperoleh dari tetangganya yang mengalami gangguan jiwa yang aktif mengonsumsi obat penenang.

Dengan iming-iming diberikan nomor ponsel seorang gadis, dia melakukan barter dengan obat-obatan untuk dikonsumsi.

"Saya minta dua kali dan ditukar dengan nomor HP cewek," ujarnya.

Sementara WS mengaku baru beberapa bulan mengedarkan obat-obatan ini. Dia tergiur keuntungan besar dari setiap penjualan.

Sedangkan pembelian dilakukan secara daring dan pembayaran via transfer.

Dalam menjual, WS tidak sembarangan, namun hanya kepada teman-teman yang sudah dikenal.

"Baru tiga kali pesan. Setiap pesanan dikirimi 200 butir," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini