nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Ini Tim Forensik Mabes Polri Autopsi Ulang Jasad Balita Tanpa Kepala di Samarinda

INews.id, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2020 08:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 18 340 2170084 hari-ini-tim-forensik-mabes-polri-autopsi-ulang-jasad-balita-tanpa-kepala-di-samarinda-Pc9C1XSIQd.jpg Ilustrasi Penemuan Mayat (Foto: Shutterstock)

SAMARINDA - Untuk memastikan penyebab kematian balita tanpa kepala dan tangan di Samarinda, tim Forensik dari Mabes Polri untuk melakukan autopsi ulang jasad balita yang belakangan diketahui bernama Yusuf Ahmad Ghazali (4).

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Budiman menjelaskan, proses autopsi tersebut akan dilakukan tim Forensik Mabes Polri hari ini, Selasa (18/2/2020). "Jadi besok (Hari ini-Red) akan dilakukan pembongkaran makam untuk autopsi," kata Arief Budiman, Senin 17 Februari 2020.

Lebih lanjut, Arief mengakui pihaknya sempat melakukan proses pemeriksaan forensik yang dibantu oleh tim Dokter RSUD AW Sjahranie Samarinda. Namun pemeriksaan tersebut hanya untuk memastikan identitas jasad.

"Pemeriksaan forensik kemarin, untuk memastikan DNA korban, dan saat ini dilakukan autopsi untuk lebih mendalami lagi penyebab kematiannya," katanya.

Samarinda
(Foto: Ilustrasi Mayat/Okezone)

Baca Juga; Warga Samarinda Digegerkan Penemuan Mayat Balita Tanpa Kepala dan Tangan

Arif mengatakan tim Forensik Mabes Polri ini merupakan tim terbaik, selain itu keputusan autopsi telah disepakati oleh pihak kepolisian dan keluarga. "Mungkin dari tulang saja mereka (tim forensik) bisa mengetahuinya penyebab kematian. Mereka ahlinya," katanya.

Diketahui kasus kematian balita malang yang sempat menghebohkan warga Samarinda, Yusuf Ahmad Ghazali, menunjukkan titik terang setelah pihak kepolisian menerima hasil pemeriksaan DNA dari Puslabfor Mabes Polri.

Dari hasil tersebut, dua orang bernisial SY (52) dan ML (26) ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Samarinda Ulu, dengan dakwaan lalai hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, berdasarkan pasal 359 KUHP dengan ancaman kurungan di atas 5 tahun penjara.

Meski pihak kepolisian sudah menetapkan tersangka pada kasus tersebut, namun orang tua korban masih terus berupaya untuk mencari titik terang penyebab kematian putranya.

Kasus kematian Yusuf kembali viral, setelah orang tuanya korban bertemu dengan pengacara kondang, Hotman Paris di Kedai Kopi Joni, Jakarta beberapa waktu lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini