nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tertimbun Longsor, 1 Warga Solok Tewas

Rus Akbar, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2020 11:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 18 340 2170175 tertimbun-longsor-1-warga-solok-tewas-Unb4fsVUUd.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

PADANG - Hendri (38), warga Jorong Balai Okak, Nagari Taruang-Taruang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat ditemukan tewas tertimbun longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Armen mengatakan, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah tertimbun longsor.

“Korban meninggal dunia atas nama Hendri diakibatkan tertimbun material longsor. Jenazahnya sudah ditemukan dan dievakuasi,” kata Armen dalam keterangannya, Selasa (18/2/2020).

 Baca juga: Banjir Rendam 13 Kelurahan di Kota Solok Sumbar

Ia pun belum mengetahui kronologi kejadian hingga korban tertimbun longsor, namun saat ini satu alat berat melakukan pembersihan material di lokasi kejadian.

“Alat berat sudah bekerja di titik longsor yang terjadi di akses jalan lintas Sumatera. Lalu lintas masih tertutup total,” ungkapnya.

 Banjir

Selain longsor, tetangga Kabupaten Solok, Kota Solok dilanda banjir, sekira 13 kelurahan di Kota Solok, Sumatera Barat, kemarin malam Senin 17 Februari 2020. Banjir tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan yang mengguyur Kota Solok dan Kabupaten Solok di Batang Lembang dan Batang Gawan pada pukul 21.00 WIB.

Berdasarkan data dari BPBD Kota Solok, kelurahan terdampak meliputi; Kelurahan KTK, Kelurahan IX Korong, Kelurahan IV Suku, Kelurahan Simp Rumbio, Kelurahan Sinapa, Kelurahan Aro IV Korong, Kelurahan Tanah Garam di Kecamatan Lubuk Sikarah.

Kemudian Kelurahan Nan Balimo, Kelurahan PPA, Kelurahan Tanjung Paku, Kelurahan Laiang, Kelurahan Kampung Jawa, Kelurahan Koto Panjang di Kecamatan Tanjung Harapan.

Data yang berhasil dihimpun oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok, sebanyak 320 KK/1251 jiwa terdampak banjir tersebut.

BPBD Kota Solok bersama tim gabungan telah melakukan evakuasi dan pendataan lebih lanjut guna menghitung kerugian dan data lain yang diperlukan. Sementara ini kebutuhan yang mendesak meliputi kebutuhan alat pembersih, makanan siap saji dan matras.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini