Perampokan dan Penyekapan di Prabumulih Ternyata Rekayasa

Melly Puspita, Okezone · Jum'at 21 Februari 2020 09:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 610 2171890 perampokan-dan-penyekapan-di-prabumulih-ternyata-rekayasa-MXdbhZkocm.jpg Lokasi perampokan dan penyekapan di Kota Prabumulih. (Foto: Era Neizma Wedya/Okezone)

PALEMBANG – Kepolisian Resor Prabumulih, Sumatera Selatan, menyelidiki kasus dugaan perampokan disertai penyekapan terhadap bayi berusia 10 bulan dan pengasuhnya di sebuah ruko Jalan Padat Karya, Kelurahan Ibul Besar, Kota Prabumulih, pada Kamis 20 Februari 2020.

Usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan saksi dan korban, polisi nenyimpulkan perampokan yang terjadi di ruko sekaligus tokoh pakaian itu adalah sebuah rekayasa semata.

Baca juga: Bayi dan Pengasuh Disekap Perampok di Prabumulih, Uang Rp10 Juta Dibawa Kabur 

Rekayasa perampokan dilakukan oleh pengasuh berinisial ES (30). Hal itu dilakukan ES karena melihat uang milik majikannya yang ditaruh di dalam laci bernilai belasan juta rupiah.

Dalam keterangannya, pelaku nekat melakukan rekayasa kasus tersebut karena kebutuhan ekonomi. Pelaku juga mengaku terlilit utang rentenir dan terdesak kebutuhan sekolah anaknya.

Saat kejadian, majikannya sedang keluar untuk menjemput anak sulungnya di sekolah. Setelah mengambil uang sekira Rp10 Juta, pelaku langsung melakban tangan kaki serta mulutnya sendiri, kemudian merebahkan diri di lantai dekat dapur.

"Saya terpaksa ngarang cerita karena saya lagi butuh uang untuk (bayar) utang, belum lagi kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah anak saya. Saya khilaf saat melihat majikan saya menyimpan uang hasil jualan di dalam laci. Tiba-tiba saya berpikiran untuk berbuat begitu," ujar ES.

Baca juga: Polisi Tangkap Tersangka Perampokan Pakai Pistol, Salah Satunya Masih SMA 

Sementara Kasatreskrim Polres Prabumulih AKP Abdul Rahman mengungkapkan, awalnya pihaknya mencurigai keterangan yang disampaikan pelaku.

Saat itu pelaku memberikan keterangan berbelit-belit serta menemukan sejumlah kejanggalan lainnya. Pelaku mengatakan perampok masuk dari jendela lantai tiga, namun tidak ada tanda-tanda orang masuk dengan paksa ke dalam ruko.

"Setelah diperiksa lebih lanjut, pelaku pun mengaku jika perampokan itu rekayasa. Pelaku langsung kita amankan dan ditetapkan sebagai tersangka karena telah membuat keterangan palsu untuk melancarkan aksi pencurian," jelasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini