nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penjelasan Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Terkait Tragedi Susur Sungai Sempor

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Sabtu 22 Februari 2020 08:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 22 510 2172448 penjelasan-pembina-pramuka-smpn-1-turi-terkait-tragedi-susur-sungai-sempor-xiZVlljT3D.jpeg Sungai Sempor yang menjadi lokasi tragedi siswa SMPN 1 Turi. (Foto: Ist/KR Jogja)

SLEMAN – Sejumlah siswa SMPN 1 Turi menjadi korban jiwa terseret arus air dalam kegiatan susur Sungai Sempor di Donokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta. Susur sungai tersebut dilakukan dalam kegiatan pramuka.

Terkait kejadian tersebut, Riyanto yang merupakan salah satu guru SMPN 1 Turi sekaligus pembina pramuka menjelaskan bahwa para siswa berangkat sekira pukul 13.15 WIB. Kemudian pada pukul 15.00 WIB terjadi peristiwa itu.

Baca juga: Penyisiran Dihentikan Sementara, 6 Siswa SMP 1 Turi Tewas dan 4 Masih Dicari 

"Saya ikut pembina pramuka, tapi tidak ikut ke susur sungai, karena hujan saya nunggu di sekolah. Sebelum anak-anak pulang, saya juga tidak pulang," jelasnya, Jumat 21 Februari 2020, dikutip dari KRJogja.

Ia menerangkan, siswa yang ikut susur sungai datanya ada di masing-masing Dewan Penggalang (DP). Ada dua regu yang melakukan kegiatan susur sungai tersebut.

"Saya kelupaan mencatat berapa persis siswa yang ikut susur sungai," ungkapnya.

Sementara Kepala Bidang Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta Kombes Yuliyanto mengatakan susur sungai yang dilakukan saat kegiatan pramuka ini melibatkan siswa kelas VII dan VIII.

Rinciannya kelas VII sebanyak 129 siswa. Dari jumlah tersebut yang sudah melaksanakan absensi sebanyak 51 siswa dan yang belum 78.

Sedangkan siswa kelas VIII sebanyak 127 siswa. Mereka yang sudah absensi 120 siswa, sementara yang belum 7 siswa.

"Hasil penyisiran hingga saat ini korban yang ditemukan meninggal dunia ada enam orang," paparnya.

Baca juga: Begini Cerita Korban Selamat Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi 

Kepala Basarnas Yogyakarta Lalu Wahyu Efendi menegaskan bahwa korban meninggal hingga pukul 22.00 WIB kemarin ada enam siswa. Sementara empat siswa lainnya hingga kini masih terus dicari.

"Pencarian akan fokus melalui darat. Pencarian di dalam air kami hentikan sementara," katanya.

Rencananya pencarian di dalam sungai akan kembali dilakukan pada hari ini, Sabtu (22/2/2020), mulai pukul 06.00 WIB.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini