nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Penambang Pasir dan Batu di Magelang Tewas Tergulung Longsor

Taufik Budi, Okezone · Minggu 23 Februari 2020 16:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 23 512 2172894 2-penambang-pasir-dan-batu-di-megelang-tewas-tergulung-longsor-GqyoCYbsYg.jpg Galian C di Magelang longsor (Foto: Ist)

MAGELANG – Dua penambang tewas akibat tertimbun material galian C di Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Keduanya tewas mengenaskan setelah tebing dengan ketinggian 10 meter dan panjang tujuh meter mendadak longsor.

Dua korban meninggal diidentifikasi bernama Sehono (40) dan Mahmudin (25). Keduanya merupakan warga Desa Ngropoh, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tambang pasir dan batu.

Peristiwa nahas itu terjadi lokasi tambang galian C di Eks Dusun Ngori, Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Magelang, Sabtu 22 Februari sekira pukul 14.00 WIB. Kejadian bermula saat dua korban bersama rekan-rekannya menambang seperti biasa.

“Ketika bersama dua korban, kami sedang melakukan aktivitas menambang batu dan pasir. Tiba-tiba tebing dengan ketinggian 10 meter dan panjang tujuh meter mengalami longsor,” kata seorang saksi Sitip (30), warga Dusun Sepucung, Desa Gadingrejo, Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo, Minggu (23/2/2020).

Seketika, mereka bertiga lari untuk menyelamatan diri. Namun nahas, kedua korban justru terjatuh hingga tertimbun material longsoran. Material tanah, pasir, dan batu setebal kurang lebih 1,5 meter mengubur keduanya.

Polisi yang menerima informasi kejadian itu segera dating ke lokasi. Setelah dievakuasi keduanya dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya kedua korban dibawa ke rumah sakit guna dilakukan visum oleh petugas medis dan Inafis Polres Magelang.

“Akibat tebing lokasi penambangan longsor, dua korban meninggal dunia dalam kejadian ini,” kata Kapolsek Srumbung Jateng Iptu Sumino.

Atas kejadian ini polisi mengimbau para penambang untuk meningkatkan kewaspadaan. Terlebih kini memasuk musim hujan. “Dikarenakan aktivitasnya di bawah tebing, maka sangat riskan dengan terjadinya longsor susulan,” pesan Sumino.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini