Kerusuhan di New Delhi Menewaskan Puluhan Orang, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Agregasi BBC Indonesia, · Kamis 27 Februari 2020 19:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 27 18 2175172 kerusuhan-di-new-delhi-menewaskan-puluhan-orang-apa-yang-sebenarnya-terjadi-C1VK8bLjKc.jpg Petugas keamanan berdiri di bangunan yang hancur dampak kerusuhan di New Delhi, India. (Foto/Khaled Beydoun)

Kapan itu dimulai?

Kerusuhan terjadi di tiga area yang mayoritas ditinggali oleh Muslim, sekitar 18 km dari ibu kota Delhi, pada Minggu (23/02).

Sebuah kelompok yang mendukung RUU ini memprotes blokade yang dilakukan oleh mereka yang menentang RUU ini.

Tak lama, aksi pelemparan batu terjadi.

Pemimpin BJP, Kapil Mishra, dituding terlibat dalan kerusuhan itu, karena sebelumnya mengancam kelompok yang menentang RUU tersebut, menyebut mereka akan diusir secara paksa begitu Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninggalkan India.

Presiden AS melakukan kunjungan resmi pertamanya ke negara itu dari 24 hingga 26 Februari.

Apa yang terjadi sekarang?

Meskipun belum ada laporan bentrokan baru pada hari Rabu (26/02), kota ini terus tetap gelisah setelah kerusuhan yang terjadi selama tiga hari berturut-turut.

Kerusuhan yang terjadi, bukan lagi tentang hukum kewarganegaraan baru.

Media setempat mengatakan kekerasan itu berubah menjadi sektarian, dengan laporan orang diserang berdasarkan agama mereka.

Ada laporan sekelompok pria dengan tongkat, batang besi dan batu berkeliaran di jalan-jalan dan orang-orang Hindu dan Muslim saling berhadapan.

Jalan utama di lingkungan ini berantakan, kata wartawan BBC yang berada di lokasi kejadian.

Jalanan dipenuhi dengan batu dan pecahan kaca, kendaraan yang rusak dan terbakar berserakan, dan bau asap dari bangunan yang membara memenuhi udara, kata wartawan BBC dari India, Faisal Mohammed.

Masjid terbakar

Ada juga laporan tentang rumah-rumah dan toko-toko Muslim yang menjadi sasaran gerombolan perusuh.

Wartawan BBC dari India, Faisal Mohammed, mengatakan dia melihat sebuah masjid yang terbakar sebagian, dengan halaman-halaman dari Alquran tergeletak di tanah.

Masjid lainnya dirusak pada Selasa siang. Sebuah rekaman yang tersebar di media sosial menunjukkan seorang pria berusaha mencoba melepas bulan sabit dari atas menara masjid.

Setidaknya 200 orang menjadi korban dalam kerusuhan itu, baik dari warga Muslim maupun Hindu.

Wartawan BBC mengatakan mereka melihat orang dengan segala macam cedera di rumah sakit, termasuk luka tembak, berebut untuk perawatan.

Mereka mengatakan rumah sakit itu tampak "kewalahan", dan banyak dari mereka yang terluka "terlalu takut untuk pulang ke rumah".

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini