Saksi mata mengatakan beberapa anggota gerombolan itu membawa senjata dan ada laporan tentang tembakan yang ditembakkan dari atap rumah.
Petugas rumah sakit juga mengkonfirmasi bahwa banyak dari yang terluka mengalami luka tembak.
Apa yang dilakukan pihak berwenang?
Juru bicara kepolisian Delhi, MS Randhawa, mengatakan kepara wartawan pada Selasa bahwa situasi sudah bisa dikendalikan dan "sejumlah aparat polisi" sudah dikerahkan. Demikian halnya dengan pasukan paramiliter.
Kendati begitu, polisi dituding tidak siap dan kalah jumlah dalam menghadapi kerusuhan itu. Sejumlah 50 aparat polisi terluka dan setidaknya satu di antara mereka terbunuh.
Kepolisian ibukota melapor langsung kepada pemerintah yang dipimpin Mr Bharatiya Janata Party (BJP) yang berkuasa, alih-alih ke administrasi negara.
Jajaran kabinet India akan bertemu hari ini untuk membahas kerusuhan di ibukota.
Area kerusuhan berdekatan dengan perbatasan Delhi dan negara bagian Uttar Pradesh yang kini sudah ditutup.
Sekolah-sekolah di area itu juga diliburkan dan acara publik di beberapa area tidak diperbolehkan.
Pihak berwenang mendesak publik untuk menjaga perdamaian.
"Adalah penting bahwa ada ketenangan dan keadaan normal dipulihkan paling cepat," ujar Perdana Menteri Narendra Modi dalam cuitannya di Twitte pada hari Rabu, tiga hari setelah kerusuhan pecah.
Sejak Narendra Modi berkuasa pada 2014, nasionalisme Hindu sayap kanan mulai bangkit di India.
Modi bahkan menjadikannya landasan kampanye dalam pemilihan umum 2019 lalu.
Momen kerusuhan terjadi yang bertepatan dengan kunjungan Presiden Trump dianggap memalukan baginya.
Ketika kerusuhan meningkat, itu menaungi kunjungan Trump, dan menjadikannya sebagai berita utama nasional dan global.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.