Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Antisipasi Banjir, BNPB Ingin Kembalikan Fungsi Konservasi DAS Lawe Alas

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Kamis, 27 Februari 2020 |13:52 WIB
Antisipasi Banjir, BNPB Ingin Kembalikan Fungsi Konservasi DAS Lawe Alas
Kepala BNPB Doni Monardo (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Fungsi konservasi wilayah sepanjang hulu hingga hilir perlu mendapatkan perhatian serius guna menanggulangi banjir di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Lawe Alas.

Hal tersebut disampaikan Kepala BNPB Doni Monardo dalam rapat koordinasi DAS Lawe Alas yang diselenggarakan di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (27/2/2020) seperti dilansir dari situs BNPB.

Doni menambahkan, kawasan sekitar DAS mengalami degradasi karena beberapa faktor. Faktor tersebut sangat berkaitan dengan penebangan liar, eksploitasi alam dengan penambangan mineral hingga alih fungsi kawasan.

Baca Juga: Bantuan Logistik Disalurkan untuk Korban Terdampak Banjir di Jabar 

Melihat dampak yang terjadi, Doni menawarkan upaya pencegahan, khususnya ancaman bahaya banjir. Menurutnya, solusi yang dapat dilakukan yaitu mengembalikan fungsi konservasi kawasan sekitar DAS Lawe Alas.

“Saya melihat Gayo Lues hingga Aceh Tenggara terjadi perubahan vegetasi, kita dapat melihat wilayah itu didominasi oleh pertanian dan perkebunan,” ujar Doni di hadapan perwakilan Pemerintah Daerah Provinsi Aceh dan mitra terkait lain, baik di tingkat pusat dan provinsi.

Doni menambahkan, pengalaman pada 2011 lalu ketika menyusuri rute dari kawasan Danau Toba, Kutacane hingga Takengon. “Saya melihat betapa Sungai Alas mengalami perubahan fisik, timbul sedimentasi,” kata Doni.

Ilustrasi 

Potensi bencana banjir, kata Doni, dapat terjadi karena daya serap kawasan yang berkurang apabila intensitas hujan mencapai titik tertinggi.

Di sisi lain, mantan komandan Paspampres ini paham upaya pengembalian fungsi konservasi mungkin akan mengalami resistensi dari warga yang sudah nyaman dengan bercocok tanam dan berkebun. Namun demikian, Doni juga menekankan bahwa solusi yang berdampak sosial juga perlu dipertimbangkan bersama.

Baca Juga: Jalan Raya Benhil Jakpus Tergenang Banjir Setinggi 25 Cm 

Pengembalian fungsi konservasi perlu dibarengi juga dengan upaya yang bernilai ekonomi; di sisi lain, fungsi ekologi tidak terabaikan. Ia mencontohkan beberapa jenis tanaman yang bernilai ekonomi bagi masyarakat, seperti kopi yang sudah sangat dikenal di Aceh, alpokat maupun kakao.

Kepala BNPB mengajak unsur Pentaheliks, khususnya perguruan tinggi di Aceh, untuk turut berkontribusi dalam mencari solusi yang berkelanjutan. “Perguruan tinggi dapat membantu untuk mengidentifikasi jenis tanaman yang cocok dengan alam sekitar dan bernilai ekonomi bagi masyarakat,” kata Doni.

Selain menanam jenis tanaman bernilai ekonomi, Doni juga menawarkan konsep wisata alam yang dapat diimplementasikan di wilayah Aceh. “Aceh mempunyai potensi besar untuk mendatangkan wisatawan mancanegara,” ungkap pria yang menahkodai BNPB sejak 2019 lalu.

Solusi yang ditawarkan oleh BNPB ini menekankan pada prinsip perlindungan alam dan kesejahteraan penduduk. Sementara itu, upaya pencegahan tetap menjadi prioritas dalam penanggulangan bencana.

Doni kembali mengingatkan bahwa salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi dalam jangka panjang yaitu melalui penanaman tanaman vetiver. Jenis tanaman yang telah digaungkan oleh Presiden Joko Widodo untuk mencegah banjir. Vetiver ini juga mampu untuk menetralkan polutan yang mencemari air sungai.

DAS Lawe Alas ini sangat strategis mengingat sungai terpanjang di Provinsi Serambi Mekkah ini melewati empat kabupaten, yaitu Gayo Lues, Subulussalam, Aceh Selatan, Aceh Singkil dan Aceh Tenggara.

Rapat koordinasi DAS Lawe Alas yang diselenggarakan hari ini membahas mengenai pengendalian DAS untuk menetapkan perencanaan yang terintegrasi mengingat 5 kabupaten dilalui sungai dan konsep penataan wilayah dari hulu hingga hilir.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement