nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Ungkap Kasus Tengkorak Kepala Manusia yang Dibuang ke Jurang

Demon Fajri, Okezone · Selasa 10 Maret 2020 15:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 10 340 2181076 polisi-ungkap-kasus-tengkorak-kepala-manusia-yang-dibuang-ke-jurang-DCwWTxLIQI.jpeg Foto: Okezone

BENGKULU - Bidang Dokter Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Bengkulu, memastikan jika kerangka kepala manusia di dalam jurang sedalam sekira 20 meter di aliran Sungai Air Merah, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, adalah Astrid Aprilia (15), pelajar asal Kelurahan Sukaraja, Kabupaten Rejang Lebong.

Hal tersebut diketahui setelah dilakukan pemeriksaan dan analisa Deoxyribo Nucleic Acid (DNA), pada Jumat 14 Februari 2020, di Laboratorium Bid Dokkes Mabes Polri, melalui SOP dari uji pendahuluan, ekstraksi sampel, dan penentuan genotip.

Adapun sampel DNA yang diambil berupa 3 buah gigi, yakni gigi 16, gigi 17 dan gigi 27. Tidak hanya itu, Bid Dokkes juga mengambil darah ayah korban, Astrid Aprilia, Heri Meypriyanto. Selain itu, dari Bid Dokkes juga melakukan pengambilan ante mortem sebagai pembanding data post mortem.

 Baca Juga: Pelajar Asal Bengkulu Diduga Dibunuh Lalu Dimutilasi

Kepala Bidang Dokkes Polda Bengkulu, Kombes I G A A Diah Yamini mengatakan, hasil DNA memiliki indeks paternal 99,99 persen. Terbukti, jika kerangka kepala manusia yang ditemukan tersebut adalah anak biologis dari Heri Meypriyanto, atau ayah korban.

"Tiga buah gigi dengan rincian gigi 16, gigi 17 dan gigi 27 teridentifikasi adalah AA (Astrid Aprilia) anak biolgis dari HM (Heri Maypriyanto)," kata Diah, Selasa (10/3/2020).

 Baca juga: Tersangka Pembunuh Pelajar Disertai Mutilasi Minta Tebusan Rp100 Juta

Sementara itu, Kapolres Rejang Lebong, AKBP. Dheny Budhiono mengatakan, sampai saat ini bagian tubuh korban mulai dari badan, tangan dan kaki korban belum ditemukan. Di mana yang baru ditemukan hanya tengkorak kepala.

''Untuk yang lain belum ditemukan,'' sampai Dheny.

Dheny menjelaskan, tersangka tidak ada melakukan mutilasi terhadap korban. Di mana tulang belulang korban terpisah akibat pembusukan, sehingga terpisah dari bagian tubuh lainnya.

Tersangka, jelas Dheny, disangka dengan Pasal 36 F jounto Pasal 83 dan atau 76 c jo Pasal 81 Ayat 1, 2 dan 3 undang-undang Nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas, UU 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak.

''Korban tidak dimutilasi. Seluruh tubuh korban dimasukkan dalam karung,'' jelas Dheny.

Sebagaimana diketahui, Astrid Aprilia (15), salah satu pelajar asal Kelurahan Sukaraja Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menjadi korban dugaan penculikan dan kekerasan anak di bawah umur.

Korban diduga dibunuh di rumah tersangka, YO (30), di Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, pada Sabtu 9 November 2019.

Asrid dibunuh dengan cara dicekik tersangka menggunakan kedua tangannya. Saat itu korban diminta datang ke rumah tersangka, pada Jumat 8 November 2019, sore.

Sebelum menghabisi nyawa korban dengan cara dicekik, tersangka sempat melecuti pakaian korban secara keseluruhan. Hal tersebut guna mempermudah memasukkan jasad korban ke dalam karung.

Lalu, jasad Astrid dibuang ke bawah jembatan aliran Sungai Air Merah, Kecamatan Curup Tengah.

Berselang 10 hari kemudian, pada Selasa 19 November 2019. Tersangka menghubungi anggota keluarga korban, untuk meminta tebusan uang sebesar Rp100 juta. Di mana tersangka menghubungi keluarga korban dengan menggunakan handphone (Hp) milik korban.

Pada Desember 2019, keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Rejang Lebong. Berangkat dari laporan tersebut polisi melakukan penyelidikan terhadap kasus yang menewaskan siswi 15 tahun itu.

Dengan adanya petunjuk handphone (Hp) korban yang masih aktif, tim penyidik berhasil melacak keberadaan tersangka melalui signal Hp milik korban. Pada Minggu 19 Januari 2020, tersangka berhasil diamankan, ketika mengendarai mobil angkot miliknya.

Pada Rabu 22 Januari 2020, bagian tubuh korban berhasil ditemukan. Seperti, tengkorak bagian kepala.

Saat ditangkap polisi berhasil menemukan satu unit handphone (Hp) milik korban di dalam angkot, emas di dalam rumah tersangka, serta satu unit sepeda motor milik korban yang ditemukan 50 meter dari rumah tersangka.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini