JAKARTA – Mantan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Alfitra Salamm, mengaku perah diancam Miftahul Ulum selaku Asisten Pribadi (Aspri) mantan Menpora Imam Nahrawi. Alfitra mengaku diancam akan dicopot dari jabatannya sebagai Sesmenpora jika tidak menyerahkan sejumlah uang yang diminta Ulum untuk Imam Nahrawi.
Hal itu diungkapkan Alfitra saat bersaksi di sidang lanjutan perkara dugaan suap dan penerimaan gratifikasi terkait percepatan pengurusan proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah KONI. Dalam persidangan ini, Alfitra bersaksi untuk terdakwa Imam Nahrawi.
"Beliau (Miftahul Ulum-red) bilang ini harus diberikan kalau enggak jabatan sebagai Sesmenpora akan dievaluasi, dicopot," kata Alfitra di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020).
Awalnya, Alfitra mengaku pernah mendengar adanya permintaan uang oleh Miftahul Ulum ke sejumlah jajaran pejabat di Kemenpora. Saat itu, kata Alfitra, Ulum kerap meminta bantuan berupa uang dengan mengatasnamakan Imam Nahrawi selaku Menpora.

"Awalnya, saya hanya dengar. Ya dengar ada beberapa permintaan dari Ulum. Pak Ulum minta gitu aja ke beberapa pejabat. Dengar dari pejabat Kemenpora termasuk deputi-deputi. Ya Ulum selalu mengatasnamakan Pak Menteri," ujarnya.
Kemudian, kata Alfitra, Ulum pernah mendatangi ruangannya. Saat itu, ia membeberkan, Ulum mengatasnamakan Imam Nahrawi meminta uang untuk kegiatan keagamaan di Jombang, Jawa Timur, pada 2015.
"Iya betul. Ini big boss minta bantuan ada kegiatan keagamaan 19 Agustus maka urgent dibantu," katanya.
Tak hanya itu, Ulum disebut Alfitra pernah meminta uang untuk dana operasional pada 2016. Kata Alfitra, saat itu Ulum meminta disiapkan dana Rp5 miliar. "Rp300 juta (untuk kegiatan keagamaan), tahun 2016 juga saya diminta Rp5 miliar," katanya.