Share

Kulonprogo Berstatus Tanggap Darurat Tanah Longsor

krjogja.com, · Kamis 12 Maret 2020 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 12 510 2182334 kulonprogo-berstatus-tanggap-darurat-tanah-longsor-BDTEAn94cC.jpg Ilustrasi (Okezone)

KULONPROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo, DI Yogyakarta, menetapkan status tanggap darurat bencana tanah longsor selama 14 hari menyusul dua kejadian tanah longsor di Sabrang Kidul, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo dan di Klepu, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Ariadi mengatakan, status tanggap darurat tanah longsor ditetapkan oleh Bupati Kulonprogo terhitung mulai Senin 9 Maret sampai Selasa 24 Maret mendatang.

Menurutnya, penetapan status tanggap darurat tersebut untuk penanganan tanah longsor yang mengancam empat rumah warga di Sabrang Kidul, Kalurahan Purwosari dan jalan lingkar Waduk Sermo di Klepu, Kalurahan Hargowilis.

“Penetapan status tanggap darurat akan diprioritaskan untuk penanganan tanah longsor di Sabrang Kidul dan di Klepu. Masih dapat diperpanjang jika dinilai masih diperlukan,” ujar Ariadi seperti dilansir dari Krjogja, Kamis (12/3/2020).

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Heppy Eko Nugroho dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Edi Wibowo mengungkapkan terdapat ratusan titik tanah longsor, pohon tumbang dan banjir akibat hujan deras di Kulonprogo yang terjadi dalam waktu beberapa hari terakhir.

Tanah longsor yang terjadi di kedua lokasi tersebut membutuhkan perhatian khusus segera ditangani. Kerusakan infrastruktur jalan dan rumah warga sedang diupayakan dapat diperbaiki melalui anggaran reguler atau melibatkan pihak ketiga.

Terpisah Kepala Seksi Perlindungan Sosial dan Korban Bencana, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo, Sumiyati menjelaskan sebanyak 4 kepala keluarga (KK) atau 16 jiwa di Sabrang Kidul harus mengungsi karena rumahnya terancam tanah longgsor.

Menurutnya, belum mengetahui sampai kapan warga tersebut bertahan ke tempat yang aman di rumah Kario Rejo karena masih ada pergerakan tanah yang berpotensi terjadi longsor susulan. Rumah Joko Yuwono beranggotakan 4 jiwa rusak parah dan tidak dapat ditempati kembali.

“Dinsos P3A sudah menyalurkan bantuan logistik beras dan lauk pauk untuk kebutuhan warga selama berada di pengungsian. Persediaan masih cukup untuk lima hari ke depan,” ujar Sumiyati.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini