Kapolda Papua Sebut KKB Sudah Bermalam di Lokasi Sebelum Menyerang Kantor Freeport

Saldi Hermanto, Okezone · Selasa 31 Maret 2020 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 31 340 2191732 kapolda-papua-sebut-kkb-sudah-bermalam-di-lokasi-sebelum-menyerang-kantor-freeport-5KbEVHTTjQ.jpg Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw saat meninjau lokasi penembakan (foto: Okezone.com/Saldi)

TIMIKA - Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan aksi penembakan di area Office Building (OB) PT Freeport Indonesia, diperkirakan sudah berada di lokasi kejadian sejak malam sebelum terjadi penembakan pada Senin siang, 30 Maret 2020.

Hal ini disampaikan Kapolda usai bersama dengan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab dan Kabinda Papua, Brigjen TNI Abdul Haris Nasution secara langsung memantau proses olah tempat kejadian perkara (TKP) di area OB Freeport hingga Alun-Alun kota Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua, Selasa (31/3/2020).

"Perkiraan kami mereka sudah lebih dulu berada di posisi ini. Mungkin mereka datang dari malam. Mereka sudah berada di posisi ini. Memanfaatkan ruang-ruang keadaan alam itu sendiri. Itu yang saya pahami," kata Kapolda.

 Baca juga: Karyawannya Meninggal Ditembak KKB, Freeport Berduka

Bahkan, Kapolda juga mengungkap bahwa sejak sebelumnya aparat telah memonitor pergerakan kelompok ini, yang disinyalir akan berada di sekitaran wilayah Kuala Kencana.

"Kemarin juga sempat anggota kami dilapangan sudah monitor bahwa mereka akan ada disekitar sini, kelompok Kali Kopi ini, untuk melakukan kekerasan di sekitar kota," ungkapnya.

 Baca juga: Polisi Sebut Pelaku Penyerangan Kantor Freeport Kelompok Kali Kopi

Hal itu lantaran para pelaku dinilai sangat memahami betul kondisi alam di Kabupaten Mimika, terutama jalur-jalur tradisional yang digunakan sebagai akses perjalanan mereka dalam melancarkan aksi-aksi kekerasan.

"Saya pikir ini menjadi masukan yang baik kepada kami," ujarnya.

Sebelumnya, aksi penembakan terjadi di area OB 1 dan OB 2 PT Freeport pada Senin siang sekitar pukul 14.00 WIT. Aksi ini mengakibatkan seorang pekerja Freeport berkebangsaan Selandia Baru, Graeme Thomas Wall, meninggal dunia terkena tembak pada bagian dada. Sedangkan dua orang karyawan lainnya, Jibril M. A Bahar dan Ucok Simanungkalit mengalami luka terkena serpihan peluru.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini