Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menag Sebut Mudik saat Pandemi Corona Banyak Mudaratnya

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 22 April 2020 |12:57 WIB
Menag Sebut Mudik saat Pandemi Corona Banyak Mudaratnya
Menteri Agama Fachrul Razi di Masjid Istiqlal. (Foto: Dok Okezone/Fahreza Rizky)
A
A
A

JAKARTA – Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan pulang kampung atau mudik ketika masa pandemi corona virus disease (covid-19) ini lebih banyak mudaratnya dibanding manfaat. Pasalnya, hal tersebut bisa membuat persebaran virus corona lebih meluas jika masyarakat melakukan mobilitas.

"Potensi persebaran covid-19 harus kita antisipasi. Mudik bisa menjadi salah satu faktor, sehingga mudik saat pandemi dinilai lebih banyak mudaratnya. Sebab, mudik bisa menjadi sarana tersebarnya covid-19 ke kampung," kata Menag dalam keterangan yang diterima Okezone, Rabu (22/4/2020).

Baca juga: Presiden Jokowi Resmi Larang Mudik untuk Semua Warga

Ia menerangkan, jikalau sayang terhadap keluarga di rumah, orangtua dan sanak saudara di kampung halaman, lebih tahun ini tidak melakukan mudik. Silaturahmi, lanjut dia, bisa dijalin dengan cara lain, seperti melalui sambungan telepon.

Menag mengakui bahwa mudik merupakan bagian dari tradisi masyarakat Indonesia. Namun, kebijakan pemerintah yang memberlakukan larangan mudik harus dipatuhi demi kebaikan bersama di tengah pandemi covid-19.

Ilustrasi mudik. (Foto: Dok Okezone)

"Memang masyarakat kita, termasuk saya dan keluarga, dalam kondisi normal kalau pertengahan Ramadan biasanya sudah bersiap pulang kampung. Enak rasanya puasa bersama keluarga di kampung, bersama saudara-saudara semua, apalagi menjelang Idul Fitri," ungkapnya.

"Tapi kita tahu bersama bahwa situasi sekarang tidak memungkinkan. Oleh sebab itu, pemerintah dalam hal ini Bapak Presiden mulai 24 April nanti melarang mudik, dan kami mendukung itu," sambungnya.

Baca juga: Permenhub Larangan Mudik 2020 Segera Diterbitkan

Ia pun berharap larangan mudik tidak mengganggu kekhidmatan bulan suci Ramadan 1441 Hijriah yang segera tiba. Sebaliknya, masyarakat bisa fokus menjalani ibadah di rumah.

"Mudah-mudahan ini tidak mengurangi kegairahan dan semangat ibadah bulan Ramadan. Mari semarakkan Ramadan dengan beribadah di rumah saja," ajak dia. (han)

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement