Diduga Terlibat Cinta Terlarang, 2 Perangkat Desa Dipecat

Agregasi KR Jogja, · Senin 04 Mei 2020 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 04 512 2209103 diduga-terlibat-cinta-terlarang-2-perangkat-desa-dipecat-8PdKHanLeS.jpg Foto: Illustrasi Popsugar

KLATEN - Dua perangkat Pemerintah Desa (Pemdes) Troketon, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten diberhentikan secara tak hormat, lantaran diduga berbuat asusila. Surat keputusan (SK) pemberhentian diserahkan langsung kepada yang bersangkutan di aula desa, Senin (4/5/2020).

SK Nomor 16 Tahun 2020 tentang pemberhentian Joko Priyono dari jabatan Kaur Perencanaan. SK Nomor 17 Tahun 2020 tentang pemberhentian Vefti Ika Fibriani dari Kasi Pelayanan. Selanjutnya keduanya tidak diberikan penghasilan tetap, dan penghasilan yang berupa tanah bengkok terhitung mulai bulan Juni 2020.

SK diserahkan langsung oleh Kepala Desa Troketon, Sunaryo, kepada Joko Priyono. Sedangkan Vefti Ika Fibriani tidak hadir tanpa keterangan. Penyerahan SK pemberhentian itu disaksikan Muspika Kecamatan Pedan, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, karangtaruna, dan PKK.

“Segala sesuatu apa yang menjadi aspirasi masyarakat Desa Troketon, kami telah melanjutkan dan sehingga pada hari ini SK pemberhentian diberikan,” ujar Sunaryo.

 Drlingkuh

Sementara itu, Camat Pedan, Marjana, mengatakan, ada beberapa hal yang mendasari hingga dikeluarkannya SK pemberhentian terhadap saudara Joko Priyono dan Vefti Ika Fibriani, yakni dasar pertama, Perda Kabupaten Klaten Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Dasar kedua, Perbup Klaten Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Perda Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa. Dasar ketiga, Surat Kepala Desa Troketon Nomor 470/135/IV/2020 perihal Permohonan Rekomendasi Pemberhentian Perangkat Desa Troketon.

Dasar keempat, Surat Kesepakatan Bersama antara Kepala Desa dan BPD tentang Pemberhentian Perangkat Desa Troketon. Dasar kelima, Surat BPD tentang Usulan Pemberhentian Perangkat Desa Troketon. Dasar keenam, pernyataan sikap warga kepada kepala desa untuk menghentikan perangkat desa atas nama Joko Priyono dan Vefti Ika Fibriani.

“Mendasari hal itu, saya selaku Camat Pedan menerbitkan rekomendasi. Kami tujukan khusus kepada perangkat Desa Troketon yang masih aktif, agar peristiwa yang kemarin telah terjadi menjadi cermin. Kita ambil sisi baiknya, yang kurang baik ditinggal. Selanjutnya fokus mewujudkan pembangunan desa,” imbuhnya.

Sementara itu, saat dimintai tanggapan atas SK pemberhentian tersebut, Joko Priyono enggan berkomentar. Pihaknya telah menyerahkan kepada kuasa hukumnya.

“Nanti kalau ada pertanyaan ke kuasa hukum saya saja. Tapi hari ini tidak ikut. Hari Selasa saja,” ujar Joko.

Sebelumnya dikabarkan, Joko Priyono dan Vefti Ika Fibrian diduga menjalin cinta lokasi semenjak menjadi Perangkat Desa Troketon sekitar tahun 2018. Namun seiring perjalanan, hubungan asmara keduanya menimbulkan gejolak di masyarakat Desa Troketon. Status Joko sudah beristri, sedangkan Vefti masih single. Perbuatan mereka dinilai tidak mencerminkan sebagai aparatur desa.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini