Tiba di Indonesia, ABK WNI Korban Kapal China Tetap Jalani Prosedur Kesehatan COVID-19

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 08 Mei 2020 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 08 18 2211057 tiba-di-indonesia-abk-wni-korban-kapal-china-tetap-jalani-prosedur-kesehatan-covid-19-FxNGUt4BGQ.jpeg 14 ABK WNI bersama tim KBRI Seoul di Bandara Incheon, 8 Mei 2020. (Foto: Dok. KBRI Seoul)

JAKARTA – Para anak buah kapal (ABK) warga Indonesia yang diduga menjadi korban perlakuan tidak manusiawi di kapal penangkap ikan China akan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dari Korea Selatan pada Kamis sore (8/5/2020). Ke-14 ABK WNI dilaporkan dalam keadaan sehat.

Menurut keterangan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, para ABK dijadwalkan tiba dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia sekira pukul 15.50 waktu Indonesia Barat.

Meski sebelumnya telah menjalani karantina selama 14 hari di Busan, Korea Selatan, tempat kapal mereka merapat, para ABK itu tetap akan menjalani protokol kesehatan terkait pencegahan virus corona (COVID-19) setibanya di Tanah Air. Setelah itu mereka akan berada di bawah penanganan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

“(Ditangani) Bareskrim untuk penyelidikan lebih lanjut mengenai kondisi dan perlakuan yang diterima di atas kapal termasuk bagaimana pemenuhan hak-hak para awak kapal,” jelas Judha kepada media, Jumat (8/5/2020).

Sebagaimana diketahui, ke-14 WNI yang pulang ke Tanah Air hari ini adalah awak kapal penangkap ikan berbendera China, Long Xin 629 yang tiba di Busan, Korea Selatan dengan kapal penangkap ikan Tian Yu 8 pada April.

Mereka melaporkan telah menerima perlakuan tidak manusiawi dan diskriminasi selama bekerja di kapal Long Xin 629.

Seorang awak kapal WNI lain yang tiba bersama mereka di Busan telah meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit di kota itu. Penyebab kematian ABK WNI, yang diketahui berinisial E, dikarenakan penyakit pneumonia, yang diduga berkaitan dengan kondisi hidup dan kerja di atas kapal tersebut.

Selain menjadi perhatian Pemerintah Indonesia, permasalahan ABK WNI di kapal penangkap ikan China itu telah ditindaklanjuti oleh otoritas penegak hukum Korea Selatan. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga telah meminta bantuan Pemerintah Tiongkok untuk menyelidiki semua kapal yang terlibat dan memberikan hukuman yang adil jika terbukti bersalah.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini