Akhir Pelarian Ferdian Paleka, Rekam Jejak dan Cerita Kejar-kejaran dengan Polisi

CDB Yudistira, Okezone · Jum'at 08 Mei 2020 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 08 525 2210885 akhir-pelarian-ferdian-paleka-rekam-jejak-dan-cerita-kejar-kejaran-dengan-polisi-p52ZVHaaRd.JPG Foto: Ist

BANDUNG - Aksi prank pemberian bantuan berisi sampah, yang dilakukan youtuber Ferdian Paleka dan dua orang temannya, berakhir di balik jeruji besi.

Polisi telah berhasil meringkus seluruh pelaku yang terlibat dalam aksi prank tersebut. Mereka ialah Ferdian, Aidil dan Tubagus Fahddinar, setelah ketiganya dilaporkan beberapa waria di Kota Bandung, yang tak terima aksi prank-nya tersebut.

Awal Aksi Prank

Ferdian bersama Aidil dan Tubagus Fahddinar melakukan aksi prank pada Kamis 30 April, di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Jawa Barat.

Aksi prank-nya itu, dengan memasukan sampah dan batu di balik kardus yang mereka klaim sebagai bantuan untuk warga tak mampu. Sasaran aksinya itu, para waria yang mangkal di sepanjang jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung.

Setelah aksi prank-nya berhasil, mereka pun mengunggah ke media sosial youtube, dan menjadi viral. Video tersebut dikecam warganet.

Korban Melapor Polisi

Empat waria yang menjadi korban prank youtuber Ferdian Paleka cs, datangi Satreskrim Polrestabes Bandung, pada Senin 4 Mei dini hari. Dalam laporannya, mereka melaporkan tak terima atas prank Ferdian yang memberikan bantuan berisi sampah.

Salah seorang korbannya, Sani (nama panggilannya) menuturkan aksi prank Ferdian dilakukan pada Kamis 30 April, dini hari. Saat itu ia bersama temannya Dini (56) alias Dani, Luna (25) dan Pipiw (30) tengah mangkal kawasan Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung.

Kemudian datang Ferdian, bersama dengan teman-temannya. Ferdian menawarkan bantuan terhadap mereka. Keempatnya pun mengiyakan bantuan tersebut.

Ilustrasi

"Pas terima dibawa dulu kan. Nah pas dibuka isinya toge busuk," kata pria 36 tahun itu, di Mapolrestabes Bandung.

"Sakit hati (saya), mungkin dia kan bukan satu atau dua kali kayak gitu. Yang sampai di-posting di media sosial itu," tambah

Sementara Dini alias Deni, mengaku juga menerima satu dus bantuan dari Ferdian cs. Namun ia juga kena prank Ferdian. "Lalu gak lama kata aku, hayu ah buka. Takutnya apa gitu soalnya, feeling juga udah beda, apa ini teh, pertama dibuka isinya toge busuk, nah aku buka yang aku mah batu paving blok satu buah," sambung Deni.

Salah Seorang Pelaku Menyerahkan Diri

Tubagus Fahddinar, satu dari beberapa orang yang terlibat aksi prank youtuber Ferdian Paleka, menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri mengatakan, yang bersangkutan menyerahkan diri dengan diantar oleh keluarganya, Senin 4 Mei.

"Alhamdulillah satu sudah diamankan dan saat ini kita mintai keterangan untuk pengembangan dan pencarian terhadap beberapa orang yang terlibat dalam viseo tersebut," kata Galih, di Mapolrestabes.

Ferdian Nge-Prank Mau Menyerahkan Diri

Ferdian kembali membuat masyarakat, menyorotinya. Dia akan meminta maaf akan atas aksinya tersebut, namun ada syarat yang harus di penuhi.

Melalui akun instagramnya, @ferdianpaleka dan mengaku akan menyerahkan diri kepada polisi dengan syarat, follower Instagramnya tembus 30.000.

"Tembus 30k followers gw bakal nyerahin diri ke kepolisian. Gw bukan pansos atau apapun itu, gw bener-bener lagi turun sekarang ga tau harus bawa apa. Intinya tembus 30k pengikut gw bakal langsung nyerahin diri ke kepolisian," ucap Ferdian dalam Instagram Story.

Ayah Ferdian Turut Menyembunyikan Anaknya

Di media sosial youtube, beredar sebuah video pernyataan minta maaf dari ibu tiri Ferdian Paleka (FP). Wanita tersebut diketahui bernama Nita Novianti.

Dalam video tersebut, Nita mewakili putranya juga meminta maaf kepada para korban dan masyarakat lainnya atas kelakuan anaknya itu.

"Dari keluarga Ferdian, meski saya ibu sebelah, sangat meminta maaf sekali. Ini pembelajaran buat mereka agar lebih dewasa," tutur Nita.

Sementara itu setelah Ferdian Paleka cs membuat aksi prank ke para waria di Bandung, kini giliran polisi kena prank orang tua Ferdian Paleka.

Di mana saat polisi melakukan pengejaran Ferdian ke Bogor, ternyata polisi hanya mendapati bapa dari Ferdian, bukan Ferdian.

"Kita kejar dan dapati mobilnya di Cileungsi, Bogor, di dalam mobilnya itu bukan yang bersangkutan (pelaku F), namun demikian ternyata orang tua (bapak kandung) dari saudara F," kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri, saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Rabu 6 Mei.

Ayah Ferdian pun, lanjut Galih tidak kooperatif. Pasalnya ia enggan memberitahu keberadaan anaknya itu. Polisi pun hingga kini, masih terus memeriksa bapa Ferdian, guna pengembangan penyelidikan.

"Intinya orang tuanya tetap melindungi anaknya jadi tidak memberitahukan keberadaan anaknya. Saat ini yang bersangkutan kita periksa intensif sebagai saksi," ucap dia.

Motif Prank

Aksi prank yang dimotori Ferdian Paleka (FP) bersama dua rekannya, terungkap hanya untuk menambah subcriber, pada akun FP di media sosial Youtube.

Ilustrasi

Hal tersebut terungkap, saat polisi melakukan pemeriksaan terhadap salah satu terperiksa berinisial TF (Tubagus Fahddinar).

"Mereka motivasinya hanya untuk nambah konten nambah subcriber," kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri, saat dihubungi via sambungan teleponnya, Selasa 5 Mei.

Bukan Ferdian yang Inisiasi Prank

Dalam pembuatan video prank tersebut, terdapat tiga orang. Mereka Tubagus Fahddinar, Ferdian Paleka dan Aidil. Ide untuk membuat konten tersebut bukan berdasarkan kemauan Ferdian melainkan, kemauan Aidil

"Kemudian diaminkan dan dibuat lalu di-upload video tersebut," katanya.

Setelah sempat dicari ke rumahnya, Ferdian dan Aidil tak kunjung dapat ditemukan. Polisi pun menjadikannya keduanya buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Guna memperkecil pelarian keduanya, Satreskrim Polrestabes Bandung, telah mengirimkan foto dan identitas Ferdian dan Aidil ke seluruh jajaran polres.

"Sudah kita kirimkan yah, kepada jajaran," kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri, saat dihubungi via ponselnya, Kamis 2 Mei.

Ferdian dan Aidil juga diminta untuk menyerahkan diri secepatnya. Ia tidak akan segn-segan memberikan tindakan tegas dan terukur terhadap keduanya, jika tidak kooperatif.

"Sejak kemarin ini, kita sudah himbau mereka untuk menyerahkan diri," katanya.

Ferdian Tertangkap Bersama Aidil

Selama pelarian, Ferdian Paleka dan rekannya Aidil, sempat melarikan diri ke Sumatera. Diketahui keduanya sempat melarikan diri ke Palembang.

"Kita kejar ke Palembang, mereka menyebrang lagi dari Bakauheni ke Merak," kata Kapolrstabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna, saat dikonfirmasi via pesan singkat, Jumat (8/5/2020).

Tim gabungan pun langsung melakukan pengejaran lagi terhadap Ferdian cs. Alhasil mereka berhasil diamankan saat keluar pelabuhan Merak.

"Diamankannya, di jalan tol Jakarta Merak " kata dia.

Pada kasus video prank bantuan berisi sampah ke waria di Bandung, polisi menerapka pasal 45 ayat 3 UU ITE, kemudian pasal 36 dan pasal 51 ayat 2 UU no 11 tahun 2008

Pada pasal 45 ayat 3 UU ITE yang berbunyi setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Sementara untuk pasal 36 UU no 11 tahun 2008, berbunyi setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi Orang lain.

Terkahir pada pasal 51 ayat 2 UU no 11 tahun 2008 berbunyi setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini