Tak hanya di kampung Sangiang, tradisi Nganteuran dan Riungan jelang lebaran ini juga dilakukan di hampir seluruh wilayah Tangerang yang kental dengan adat Sunda. Walaupun, dengan pelaksanaan yang berbeda namun makna dari tradisi itu tetap sama.
"Hampir seluruh Tangerang yang warganya Sunda pasti ada tradisi ini. Cuma pelaksanaannya beda-beda. Tapi intinya tetap sama, berbagi kepada sesama," pungkas Ahmad.
Sayangnya, tradisi ini tidak diselenggarakan pada tahun ini. Pandemi Covid-19 membuat perekonomian lemah sehingga warga pun berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang lebih. Namun, Ahmad berharap tradisi Nganteuran dan Riungan ini dapat berjalan di tahun depan karena nilai yang dikandung dalam tradisi ini bisa diajarkan ke generasi mendatang.
"Tahun ini, disini gak ada. Ya mungkin karena dana nya gak mencukupi, kan warga sini juga banyak yang kena PHK, gak dapat THR, jadi dipikir lagi mau masak banyak. Mudah-mudahan tahun depan bisa ada lagi, karena nilainya ini bagus untuk diajarkan," tutup Ahmad.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.