JAKARTA - Di tengah pandemi virus corona, serangan siber berlangsung cepat dan semakin parah di seluruh dunia. Dikutip Voaindonesia, negara-negara saling tuduh terlibat dalam perang siber, dan masing-masing juga mengklaim jadi korban serangan siber.
Organisasi internasional yang menangani pandemi Covid-19 juga telah menjadi sasaran.
Keadaannya bisa diilustrasikan bagaikan permainan ping-pong siber dengan taruhan tinggi. Direktorat Siber Nasional Israel mengumumkan bahwa ratusan situs web Israel telah diretas, mungkin oleh Iran.
Konten situs-situs web itu telah diganti dengan peringatan dalam bahasa Ibrani dan Inggris bahwa “hitungan waktu menuju kehancuran Israel telah dimulai.”
Serangan siber ini dianggap sebagai pembalasan atas dugaan serangan Israel terhadap pelabuhan Bandar Abbas Iran. Tuduhan serangan siber Israel terhadap sistem komputer pelabuhan itu sendiri dianggap sebagai tanggapan Israel atas upaya serangan siber Iran pada sistem komputer Badan Urusan Sumber Daya Air Israel.