Tradisi Syawalan di Pekalongan, Warga Gelar Makan Lontong Lodeh

Suryono, iNews · Senin 01 Juni 2020 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 01 512 2222827 tradisi-syawalan-di-pekalongan-warga-gelar-makan-lontong-lodeh-9avIAsYy24.jpg Tradisi Syawalan di Pekalongan. Foto: Suryono/Okezone

PEKALONGAN - Berbagai tradisi nusantara menjadi kekayaan budaya bangsa Indonesia. Salah satunya adalah perayaan syawalan setelah umat Islam melakukan puasa sunah 6 hari di bulan Syawal.

Untuk melestarikan tradisi syawalan, sejumlah warga Pekalongan, Jawa Tengah, menggelar lotisan atau rujak buah dan makan lontong lodeh bersama. Acara tahunan tersebut digelar untuk mempererat silaturahmi antar-warga. Anak-anak hingga orangtua melebur jadi satu menikmati hidangan yang enak dan segar.

"Setelah puasa sunah syawal, hari ke 7 warga sholat tasbih di Mushala lalu menyiapkan makanan berupa lontong lodeh dan lotisan atau rujak buah," ujar Saifudin, Ketua RT 3 Rw 1 Pekuncen, Kecamatan Wiradesa, Pekalongan, Minggu 31 Mei 2020.

Persiapan dilakukan oleh para ibu- ibu, yaitu memasak aneka makanan seperti lontong, sayur lodeh, lauk, gorengan, urap, sambel, dan lain-lain. Warga juga menyiapkan buah untuk dijadikan lotis atau rujak dan minuman segar seperti es sirup.

Baca Juga: Keraton Pajang, Kerajaan Sungguhan di Kartasura Hingga Kini Masih Eksis 

"Menu yang khusus dan wajib adalah lontong dengan sayur lodeh. Ini sebagai wujud syukur, saling memaafkan juga menjalin kebersamaan. Buah dibuat lotis atau rujak, untuk mengembalikan kesegaran dan semangat warga setelah memasuki bulan syawal, agar bisa lebih baik lagi," jelas Saifudin.

Setelah semua siap, warga beramai- ramai menimati aneka makanan tersebut. "Acara syawalan ini sangat bagus dan kita akan terus lestarikan . Sambil makan, bisa menjalin silaturahmi antar-tetangga juga keluarga, agar semakin akrab, " jelas Nur Baeti, warga lain.

Baca Juga: Berebut Berkah Ketupat Syawalan di Kraton Solo 

Keseruan dan keakraban terjadi sepanjang acara makan bersama itu. Warga saling memaafkan agar tidak ada lagi iri dengki.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini