Menurut Nefra, sebelum meninggal dunia, Pramono Edhie beserta keluarganya sedang berlibur di kediaman Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi.
"Beliau dan keluarganya sedang berlibur, lalu mendadak sakit dengan diagnosa serangan jantung,"tandasnya.
Putra Jenderal Penumpas PKI
Pramono sendiri merupakan pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 5 Mei 1955. Dia adalah putra dari Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo yang juga merupakan tokoh militer Indonesia.
Sarwo Edhie berperan besar dalam penumpasan pemberontakan Gerakan 30 September PKI, karena saat itu, posisinya sebagai Panglima Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) atau sekarang Kopassus.