Seperti di Jakarta, Pasar Andir Bandung Terapkan Sistem Ganjil-Genap

CDB Yudistira, Okezone · Selasa 23 Juni 2020 10:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 23 525 2234736 seperti-di-jakarta-pasar-andir-bandung-terapkan-sistem-ganjil-genap-UuzOsNoNt2.jpg Pasar Andir Bandung. Foto: CDB-Okezone

BANDUNG - Beberapa pasar di wilayah DKI Jakarta sudah menerapkan sistem ganjil-genap untuk menghentikan penyebaran virus corona (Covid-19). Untuk di Bandung, salah satu pasar juga telah menerapkan sistem yang sama.

Yakni Pasar Andir yang berada di kawasan Ciroyom, Kota Bandung. Pantauan Okezone di lokasi, kini tidak semua kios di pasar tersebut buka atau beroperasi.

Staf Pengelola Pasar Andir, Ade Kusmawijaya mengutarakan pihaknya menerapkan sistem ganjil-genap untuk ribuan kios yang ada di pasar tersebut. Penerapan ini untuk mencegah terjadinya kerumunan massa, yaitu suatu kondisi yang membuat virus corona cepat menyebar dari tubuh ke tubuh.

"Acuan kita dari aturan pemerintah yang hanya membolehkan kegiatan pasar hanya 35 persen," ujarnya saat ditemui di Pasar Andir, Selasa (23/6/2020).

Pada penerapannya, kios-kios yang boleh buka atau yang harus tutup mengikuti nomor kios yang disesuaikan terhadap penanggalan. Contohnya untuk hari ini yaitu tanggal ganjil 23 Juni, hanya toko-toko yang benomor ganjil yang di perbolehkan buka. "Besoknya kan genap, nah yang ganjil tutup, yang genap boleh buka," katanya.

Meski berjalan baik, Ade tidak memungkiri adanya komplain dari para pedagang dengan penerapan seperti ini.

Baca Juga: Ganjil-Genap Diterapkan di Pasar, Pemprov DKI Diminta Perkuat Protokol Kesehatan 

"Ada saja yang menolak, tapi kita berikan pemahaman. Ini kita ada 2.500 kios lebih. Kalau acuan pemerintah 30 persen itu berarti sekitar 800 kios saja yang boleh buka. Kalau gitu nanti cemburu sesama pedagang," katanya.

Selain menerapkan ganjil-genap, Ade mengatakan pihaknya juga menerapkan aturan ketat protokol kesehatan. Hal itu menghindari terjadi penularan corona di Pasar Andir.

"Bahkan kita imbau untuk pedagang, boleh menolak pembeli jika masuk kios tidak gunakan masker. Atau mereka (pedagang) harus menyiapkan masker untuk pembelinya," kata dia.

Sebelumnya ganjil-genap telah diterapkan di di Pasar Tanah Abang, Jakarta. Namun pedagang di pasar itu mengeluhkan jam operasional yang hanya diizinkan membuka toko dari pukul 07.00 hingga 14.00 WIB. Pasalnya, kebijakan pembukaan kios ganjil-genap saja dianggap sudah cukup mencekik pemasukan.

 

"Kalau bisa ya waktu operasional diizinkan seperti biasa, hingga pukul 17.00 WIB. Aturan kios ganjil-genap saja sudah bikin pemasukan berkurang," kata Rino salah satu pedagang baju muslim di pasar Blok F Tanah Abang.

(abp)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini