Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bendera Dibakar dan Dihina, PDIP Banten Turut Lapor Polisi

Muhammad Rosyadi , Jurnalis-Jum'at, 26 Juni 2020 |17:20 WIB
Bendera Dibakar dan Dihina, PDIP Banten Turut Lapor Polisi
DPD PDIP Banten melaporkankasus pembakaran bendera PDIP ke Polisi (foto: Okezone)
A
A
A

SERANG – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Banten mendatangi Polda Banten untuk melaporkan kasus pembakaran bendera PDIP yang diduga dilakukan demonstran saat aksi menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di DPR RI, Rabu (24/6/2020) siang.

"Telah terjadi pembakaran bendera PDIP perjuangan yang oleh kita memandang itu penghinaan luar biasa. Sedari awal tidak menghendaki suatu tindakan provokasi yang bisa berpotensi memecah belah masyarakat Indonesia," ujar wakil ketua Bidang Hukum, Politik dan Keamanan DPD PDIP Banten Astarudin Purba usai laporan di Mapolda Banten. Kamis (25/6/2020).

Dijelaskan Purba, meski locus delictinya atau lokasi tindak pidananya di Jakarta. Namun, kader PDIP Perjuangan di seluruh Indonesia termasuk Banten merasa resah dengan tindakan provokasi tersebut.

Selain itu, PDIP Banten juga melaporkan satu akun facebook yang melakukan ujaran kebencian. Akun milik warga Banten itu menyebutkan bahwa PDIP merupakan metamorfosa pergerakan komunis.

"Konten facebook yang saat ini dilakukan oleh akun milik warga Banten. Kami melampirkan laporan terkait dugaan ujaran kebencian sebagai mana dimaksud pasal 28 ayat 2 Undang -undang ITE," ujar Purba.

Dia menyebutkan, pernyataan yang ditulis akun tersebut menuliskan bahwa PDIP mendukung gerakan komunis, atau yang lebih tepatnya PDIP adalah suatu metamorfosa dari pada pergerakan PKI.

"Laporan sudah diterima, nanti kita tinggal menunggu pemeriksaan dari pelapor terlapor dan saksi-saksi," ujarnya.

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement