Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mensos Salurkan Bantuan Rp3,27 Miliar pada Korban Longsor Sukajaya Bogor

Putra Ramadhani Astyawan , Jurnalis-Senin, 06 Juli 2020 |19:45 WIB
Mensos Salurkan Bantuan Rp3,27 Miliar pada Korban Longsor Sukajaya Bogor
Mensos Juliari berikan bantuan pada korban longsor Sukajaya, Bogor (Foto : Istimewa)
A
A
A

BOGOR - Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara menyerahkan bantuan jaminan hidup kepada 4.188 kepala keluarga atau 12.403 jiwa senilai Rp3,72 miliar kepada korban bencana longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Juliari mengatakan bantuan ini sebagai realisasi dari janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada korban terdampak bencana saat berkunjung ke lokasi.

"Ini adalah realisasi kepada rakyat di Kecamatan Sukajaya, khususnya dari 4 desa yang terdampak bencana alam longsor. Saya juga pada saat beberapa hari setelah bencana tersebut ikut mendampingi Bapak Presiden ke lokasi ini di bawah sana, di dekat Puskesmas kalo tidak salah, pada saat itu belum bisa naik, sampai sini belum bisa, masih tertutup longsor," kata Juliari, dalam peresmian hunian sementara korban longsor di Sukajaya, Senin (6/7/2020).

Mensos Juliari sambangi hunian korban longsor Sukajaya, Bogor (Foto : Istimewa)

Dikatakannya pasca longsor tersebut pihaknya juga telah mengirimkan bantuan senilai Rp2,67 miliar. Dana tersebut berupa bantuan logistik, santunan ahli waris dan paket sembako.

"Kalau ditotal mungkin dari kami selama bencana sampai sekarang sudah sekitar Rp6,4 miliar yang kami berikan di Kecamatan Sukajaya, khususnya di empat desa yang terdampak ini," bebernya.

Baca Juga : Pesawat Pembawa Narkoba Miliaran Rupiah Ditemukan Terbakar di Jalanan Meksiko

Baca Juga : Mobil Sopir Taksi Online yang Disayat Lehernya Ditemukan di Tangerang

Di sisi lain, ia juga mengingatkan kepada Pemkab Bogor agar mengkaji daerah-daerah yang rawan bencana agar bisa direlokasi ke tempat yang aman.

"Artinya, walaupun tidak mudah di lapangan, apakah memang daerah-daerah tersebut masih layak untuk dihuni, karena kalau daerah tersebut masih dihuni, bahkan jumlahnya banyak, sampai kapanpun akan terus terjadi bencana alam yang merenggut korban. Boleh saja ada bencana alam, itu suatu yang pasti di Indonesia, tapi kalau tidak ada warga yang menghuni kerugiannya bisa diminimalisasi," harapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement