Penganiaya Driver Ojol Pekanbaru Ditetapkan sebagai Tersangka, Bahkan Dinyatakan Positif Narkoba

M Yusuf, iNews · Selasa 07 Juli 2020 11:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 340 2242379 penganiaya-driver-ojol-pekanbaru-ditetapkan-sebagai-tersangka-bahkan-dinyatakan-positif-narkoba-2eJvFQv7L8.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

PEKANBARU – Video seorang pengendara mobil menganiaya driver ojek online (ojol) di Pekanbaru sempat viral di media sosial. Polisi yang mengetahui kejadian itu bertindak dan menangkap pelaku.

Pelaku yang berinisial AK, warga Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, sudah diamankan. Ia sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan kepada driver ojol di Jalan Cempaka Sukajadi, Pekanbaru.

“Kita sudah tetapkan sebagai tersangka berdasarkan alat-alat bukti yang sudah kumpulkan, pemeriksaan saksi, pemeriksaan korban, hasil visum yang minta ke rumah sakit,” ujar Kapolresta Pekanbaru Kombespol Nandang Mu’min Wijaya pada Selasa (7/7/2020).

Ia juga mengatakan bahwa pelaku ternyata positif mengonsumsi narkoba. Hal itu diketahui usai yang bersangkutan mengikuti tes urine.

“Sudah kita lakukan pemeriksaan tes urine, pelaku ini memang mengonsumsi zat kandungan narkotika yaitu metaphetamine dan amphetamine,” ucapnya.

Baca Juga: Teman Dianiaya, Ratusan Driver Ojek Online di Pekanbaru Lempari Rumah Pelaku

Sementara itu pelaku mengatakan saat mengklakson ojol tersebut dirinya mendapat kan balasan klakson. Kemudian ia marah dan langsung memberhentikan mobilnya, menghampiri korban dan menendang driver angkutan berbasis online tersebut.

“Saya klaksok dua kali, tapi dia jalan terus sambil membalas dengan klakson agak kesal gitu, agak panjang gitu. Lalu saya berhentiin, saya pepet, saya tanya, apa lihat mobil di belakang. Lalu dia menjawab, kan ada mobil di depan saya,” tutur AK.

“Setelah itu saya mengayunkan tangan kiri saya sebanyak dua kali ke arah kepala dalam keadaan memakai helm, korban terjatuh,” ucap pelaku AK.

Sementara korban, Mulyadi meminta polisi untuk memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku agar kejadian ini tidak terulang lagi. “Saya sih pengen ada efek jera,” ucapnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini