Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Polisi Koordinasi dengan Kedubes Prancis terkait Tewasnya Franss di Dalam Rutan

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Senin, 13 Juli 2020 |13:54 WIB
Polisi Koordinasi dengan Kedubes Prancis terkait Tewasnya Franss di Dalam Rutan
Ilustrasi (Foto : Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Jajaran kepolisian langsung berkoordinasi dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis menyusul tewasnya Francois Abello Camille (FAC) alias Franss (65) di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Franss merupakan warga negara Prancis tersangka kasus pencabulan ratusan anak di bawah umur.

Franss diduga tewas bunuh diri di dalam Rutan pasca-ditetapkan sebagai tersangka, beberapa hari lalu. Franss diduga bunuh diri dengan cara melilitkan kabel yang tergantung di dalam sel rutan ke lehernya. Saat ini, jenazah Franss masih berada di RS Polri dan sedang menunggu koordinasi dengan Kedubes Prancis.

"Kemudian berkoordinasi dengan Kedutaan Prancis dalam hal ini jenazah masih di rumah sakit, kita sudah berkoordinasi. Bahkan rencananya hari ini akan bertemu dengan pihak rumah sakit untuk bagaimana tindak lanjut mengenai bagaimana jenazah tersangka FAC ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/7/2020).

Polda Metro Jaya saat merilis kasus eksploitasi anak dengan tersangka Franss (Foto : Okezone.com)

Tewasnya Franss bermula saat petugas piket jaga rutan Polda Metro Jaya melakukan patroli ke setiap sel tahanan pada Kamis, 9 Juli 2020. Kemudian, petugas menemukan Franss dalam keadaan lemas dengan leher terlilit seutas kabel.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement