Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Tauqir Sharif, Pria yang Kehilangan Kewarganegaraan dan Terancam "Diadili" Kelompok Jihadis

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Minggu, 19 Juli 2020 |13:31 WIB
Kisah Tauqir Sharif, Pria yang Kehilangan Kewarganegaraan dan Terancam
Tauqir Sharif. (Foto: Tauqir Sharif)
A
A
A

TAUQIR Sharif, seorang pria kelahiran inggris yang kehilangan kewarganegaraannya kini terancam ‘diadili’ oleh kelompok jihadis di Suriah karena tuduhan “menjalankan organisasi yang melakukan penghasutan”.

Aliansi jihadis, yang mendominasi kelompok oposisi di wilayah Suriah barat laut, mengatakan Sharif menuding Sharif, yang berasal dari London timur, telah menggalang dana untuk “proyek yang menghasut perpecahan”. Pria asal London Timur itu telah ditahan kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) sejak bulan lalu.

BACA JUGA: Inggris Cabut Kewarganegaraan Remaja yang Bergabung dengan ISIS di Suriah

Pada Selasa lalu (14/7/2020), diumumkan bahwa Sharif telah dibebaskan dengan jaminan.

Diwartakan BBC, Inggris mencabut kewarganegaraan Sharif pada 2017, dan menuduhnya memiliki hubungan dengan kelompok yang bersekutu dengan Al Qaeda.

Sharif, yang berhak atas kewarganegaraan Pakistan melalui garis ayahnya, membantah tuduhan tersebut. Namun dia mengakui terlibat pertempuran di Suriah dan membawa senapan AK47.

Pria yang juga dikenal dengan panggilan Tox itu adalah pendiri Live Updates From Syria, sebuah organisasi yang disebutkan menyediakan bantuan kemanusiaan kepada orang-orang yang kehilangan tempat tinggal akibat perang saudara di negara itu.

Menurut laman Facebook organisasi itu, Sharif ditahan oleh pasukan bersenjata HTS di Provinsi Idlib pada 22 Juni lalu, tanpa penjelasan dan ditahan selama beberapa hari.

Keluarga, para kolega, dan pendukungnya lalu mengampanyekan di media sosial yang menyerukan pembebasannya. Mereka juga membagikan foto-foto aksi demonstrasi mendukung Sharif di kota Atmeh.

BACA JUGA: Nyawanya Terancam, Remaja Inggris Anggota ISIS Kabur dari Kamp Pengungsian di Suriah

Belakangan, HTS mengatakan bahwa Sharif dituduh mengorganisir "transfer dana untuk mendukung beberapa proyek yang menghasut adanya perpecahan" di wilayah yang dikuasai kelompok oposisi.

The Syrian Observatory for Human Rights, sebuah kelompok pemantau berbasis di Inggris, melaporkan bahwa dia ditahan atas dugaan hubungannya dengan kelompok jihadis lainnya yang saling bersaing.

Selasa lalu, "kantor urusan media" HTS mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan Sharif telah dibebaskan dengan jaminan, menyusul permintaan dari keluarganya.

"Pengadilan memberi tahu dia bahwa waktu persidangannya akan digelar setelah 15 hari ... dan selama pembebasannya dia dapat mempersiapkan pembelaannya," ungkap HTS sebagaimana dilansir BBC.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement