Parlemen Mesir Setujui Intervensi Militer ke Libya

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 21 Juli 2020 09:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 18 2249581 parlemen-mesir-setujui-intervensi-militer-ke-libya-qpzhz4RvD6.jpg Militer Mesir akan dikirimkan ke Libya. (Foto: Reuters)

KAIRO - Parlemen Mesir pada Senin (20/7/2020) memberi lampu hijau untuk pengerahan pasukan ke luar negara itu setelah Presiden Abdel Fatah el-Sisi mengancam akan melancarkan aksi militer terhadap pasukan yang didukung Turki di negara tetangga Libya.

Parlemen menyetujui "pengerahan anggota angkatan bersenjata Mesir dalam misi tempur di luar perbatasan Mesir untuk mempertahankan keamanan nasional Mesir... terhadap milisi bersenjata kriminal dan elemen teroris asing", demikian pernyataan parlemen sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Pengerahan akan dilakukan di "front barat", kemungkinan referensi untuk Libya yang berbatasan dengan Mesir di barat. Langkah ini dapat membawa Mesir dan Turki, yang mendukung pihak berlawanan dalam perang proksi di Libya, ke dalam konfrontasi langsung.

BACA JUGA: Pimpinan Separatis Khalifa Haftar Ambil Alih Kekuasaan di Libya Timur

Dewan Perwakilan Rakyat Mesir, yang sebagian besar diisi para pendukung Presiden Abdel Fattah el-Sisi, menyetujui rencana itu dalam sesi tertutup di mana para deputi membahas "ancaman yang dihadapi negara" dari barat, di mana Mesir berbagi perbatasan dengan Libya yang porak-poranda oleh perang.

Sementara itu Turki menuntut diakhirinya dukungan terhadap komandan pemberontak Khalifa Haftar di Libya setelah pembicaraan trilateral yang diadakan di Ankara antara pejabat Libya, Turki, dan Malta pada Senin.

"Sangat penting bahwa semua jenis bantuan dan dukungan yang diberikan kepada putschist Haftar, yang melarang memastikan perdamaian, ketenangan, keamanan, dan integritas wilayah Libya, berakhir segera," kata Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar. Putschist adalah julukan bagi kelompok yang secara mendadak berusaha menggulingkan pemerintahan.

Mesir, Uni Emirat Arab, dan Rusia telah mendukung pasukan Haftar yang berbasis di timur dalam konflik di Libya, sementara Turki mendukung Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB.

BACA JUGA: Erdogan Dapat Izin Parlemen Kerahkan Militer Turki ke Libya

Intervensi lebih lanjut dari Mesir akan semakin mengguncang Libya.

Libya terpecah pasca pemberontakan yang menggulingkan Presiden Muammar Ghadafi pada 2011. Negara itu kini terbagi antara pemerintah di timur, yang bersekutu dengan Haftar, dan di Tripoli yang diakui PBB.

Konflik di Libya telah meningkat menjadi perang proksi regional yang dipicu oleh kekuatan asing yang menumpahkan senjata dan tentara bayaran ke negara itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini