Ngaku Kasat Narkoba, Pria Lecehkan dan Peras Korban Rp90 Juta

Arif Wahyu Efendi, iNews · Selasa 21 Juli 2020 23:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 519 2250049 ngaku-kasat-narkoba-pria-lecehkan-dan-peras-korban-rp90-juta-oTpNx6SUP1.jpg Kapolres Madiun Kota AKBP R Bobby Aria Prakasa menunjukkan barang bukti kejahatan tersangka. (Foto : iNews/Arif Wahyu Efendi)

MADIUN – Dengan mengaku sebagai Kepala Satuan (Kasat) Narkoba, Dea Ale Haryanto melecehkan dan memeras korbannya. Seorang perempuan (23), warga Madiun, diperas hingga Rp90 juta.

Satreskrim Polres Madiun Kota kemudian menangkap Kasat Narkoba gadungan tersebut.

Kapolres Madiun Kota AKBP R Bobby Aria Prakasa mengatakan, dalam menjalankan aksi jahatnya, pelaku Dea memiliki dua akun palsu di media sosial (medsos). Akun pertama bernama Agung Pratama dan kedua AKP Haryanto, kepala satuan reserse narkoba di salah satu polres.

Lewat akun media sosial itu, pelaku merayu korban. Akhirnya, tersangka dan korban pun berpacaran. Seiring berjalannya waktu, tersangka meminta foto-foto tanpa busana korban.

Setelah itu, tersangka membuat sandiwara jika Agung Pratama (Dea Ale) ditangkap polisi karena kasus narkoba dan ditemukan foto korban tersebut di telepon seluler atau handphone-nya.

Kemudian pelaku menyuruh korban menghubungi AKP Haryanto. Ternyata AKP Haryanto adalah tersangka Dea yang menggunakan akun lain.

Dengan menggunakan nama AKP Haryanto, tersangka Dea melancarkan aksi jahatnya dengan meminta transfer uang sebesar Rp90 juta dengan dalih agar kasus foto tersebut tidak diproses hukum.

Tak hanya itu, tersangka mengajak korban berhubungan badan sebagai syarat agar proses penghentian penyidikan berjalan lancar. Namun, kejahatan Dea pun berakhir setelah korban melapor ke Polda Madiun Kota.

Kini, tersangka Dea Ale Haryanto, warga Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur ini, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Tersangka Ale ditangkap di rumahnya pada Jumat 17 Juli 2020. Paleku mengakui seluruh perbuatan jahatnya," kata AKBP R Bobby Aria Prakasa, Selasa (21/7/2020).

Dari tangan tersangka, ujar Kapolres, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seragam polisi, handphone, buku rekening, dan sepeda motor hasil dari pemerasan.

Baca Juga : Pemilik Pangkalan Gas Kerap Diperas Oknum yang Ngaku Polisi

"Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Undang-Undang ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara," tutur Kapolres Madiun Kota.

Baca Juga : Sejumlah Kepsek Diperiksa Kejati Riau Terkait Dugaan Pemerasan Oknum Jaksa

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini