Dituduh Ambil Uang Rp20 Juta, Pria Ini Babak Belur hingga Tulang Retak

Agregasi KR Jogja, · Senin 27 Juli 2020 23:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 27 510 2252983 dituduh-ambil-uang-rp20-juta-pria-ini-babak-belur-hingga-tulang-retak-ceVFkCNj9n.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

BANTUL - Sariyanto (37) mengalami luka dikepala dan retak pada bagian tulang rusuk, akibat dikeroyok oleh saudaranya sendiri berinisial JN dan FM, di Gadingharjo, Kecamatan Sanden, Bantul, lantaran masalah uang Rp20 juta hilang.

Menurut Sariyanto, peristiwa pengeroyokan yang dilakukan oleh bapak dan anak itu bermula ketika hilangnya uang Rp 20 juta. Uang tersebut menurut korban milik menantu kakak iparnya. Setelah uang Rp20 juta raib dari tempat penyimpanan. Pihak keluarga kemudian mencari ‘orang pintar’, atau dukun untuk mengetahui dalang dibalik pencurian itu. Dari orang pintar tersebut didapat informasi pelaku pencurian masih orang dekat keluarga tersebut.

Lalu merasa disudutkan, korban berusaha memberikan klarifikasi jika modal usaha membuat batako dari orang tua bukan dari hasil mencuri. Agar permasalahan jelas, korban pun menemui kakak iparnya. Dalam pertemuan itu, justru terjadi cek-cok dan berujung perkelahian. korban mengatakan tidak melawan mengingat perselisihan terjadi dalam lingkup keluarga.

 Aniaya

Akibat dari peristiwa itu, korban mengalami luka di wajah, mulut robek. Selain itu, hasil rontgen menunjukkan satu tulang iga dibagian dadi kiri retak.

Kanit Reskrim Polsek Sanden Polres Bantul Polda DIY, Aiptu Purwanta mengatakan, kasus tersebut masih proses pemberkasan penyidik. Meski begitu kedua terlapor sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Purwanta mengungkapkan, setelah pemberkasan selesai, Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) akan dikirim ke Kejaksaan Negeri Bantul. Jika dinyatakan lengkap oleh jaksa perkara akan dilimpahkan ke Kejaksaan Bantul untuk diproses di Pengadilan Negeri Bantul.

Purwanta mengungkapkan, sebenarnya sudah mencoba melakukan penyelesaian mengingat persoalan tersebut di lingkungan keluarga.

“Karena tidak ada titik temu perkara tersebut kami proses sesuai prosedur,” kata Purwanta.

Kedua tersangka jerat dengan KUHP pasal 170 tentang pengeroyokan dengan ancaman penjara selama 5 tahun.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini