Israel Tembaki Penyusup di Perbatasan Lebanon, Hizbullah Klaim Tak Terlibat

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 28 Juli 2020 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 18 2253195 israel-tembaki-penyusup-di-perbatasan-lebanon-hizbullah-klaim-tak-terlibat-pYX8jiGXL2.jpg Israel menambah kekuatan militernya di perbatasan Lebanon dalam beberapa hari terakhir. (Foto: AFP)

TEL AVIV - Militer Israel mengatakan telah menghalau gerilyawan Hizbullah yang berusaha masuk ke wilayahnya, di Gunung Dov, Dataran Tinggi Golan yang diduduki dari Lebanon.

Dalam sebuah pernyataan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan empat hingga lima militan telah melintasi perbatasan tersebut pada Senin (27/7/2020). IDF mengatakan “para teroris” melarikan diri kembali ke Lebanon setelah ditembaki.

Perdana Menteri Benyamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel memandang serius insiden tersebut dan menuntut tanggung jawab dari Hizbullah dan Lebanon.

BACA JUGA: Hizbullah: Perang dengan Israel Kemungkinan Tak Terjadi dalam Waktu Dekat

"Hizbullah dan Libanon memikul tanggung jawab penuh atas insiden ini dan setiap serangan dari wilayah Libanon terhadap Israel. Hizbullah harus tahu bahwa itu sedang bermain api," kata Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi sebagaimana dilansir BBC.

Dia menambahkan: Media Israel, mengutip sumber militer yang tidak disebutkan namanya, mengatakan sel Hizbullah berencana untuk menyerang pos IDF.

Laporan-laporan itu mengatakan Israel telah melacak mereka dan pasukannya melepaskan tembakan begitu gerilyawan menyeberangi apa yang disebut Garis Biru, batas yang diakui PBB antara Israel dan Lebanon.

BACA JUGA: Hizbullah Klaim Mampu Hancurkan Pasukan Israel Jika Terjadi Perang di Lebanon

Dalam pernyataannya, Hizbullah mengatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak terlibat dalam bentrokan apa pun, dan menyalahkan insiden itu sebagai “kegugupan di pihak musuh”.

"Itu hanya satu pihak, yang merupakan musuh yang ketakutan, cemas dan tegang," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

Israel dan Hizbullah terlibat ketegangan dalam beberapa hari terakhir setelah kematian seorang gerilyawan Hizbullah yang terbunuh dalam serangan Israel di Suriah.

Meski tidak mengonfirmasi atau membantah serangan yang terjadi pada Senin pekan lalu itu, Israel telah memperingatkan Hizbullah untuk tidak membalas. Namun, Hizbullah balik mengatakan bahwa pembalasan atas kematian pejuangnya pasti akan datang.

Hizbullah, yang memiliki persenjataan berat dan pendanaan dari Iran, musuh bebuyutan Israel, adalah kekuatan bersenjata terkuat di Lebanon bersama dengan militer Lebanon. Kelompok militan itu beroperasi terutama di selatan Lebanon dan bersama dengan sekutu politiknya merupakan kekuatan yang berpengaruh dalam pemerintahan.

Israel dan Hizbullah adalah musuh bebuyutan yang bertempur dalam perang selama sebulan pada 2006 setelah Hizbullah membunuh delapan tentara Israel dan menculik dua dalam serangan lintas batas.

Konflik yang terjadi kemudian menewaskan sekitar 1.191 orang - kebanyakan warga sipil - di Lebanon, dan 121 tentara dan 44 warga sipil di Israel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini