Sidang Skandal Korupsi 1MDB, Najib Razak Dinyatakan Bersalah Atas 7 Tuntutan

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 28 Juli 2020 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 18 2253226 sidang-skandal-korupsi-1mdb-najib-razak-dinyatakan-bersalah-atas-7-tuntutan-x3XzwGuIuE.jpg Mantan PM Malaysia, Najib Razak muncul di pengadilan perdana kasus skandal korupsi 1MDB di pengadilan tinggi Malaysia, 28 Juli 2020. (Foto: The Star)

KUALA LUMPUR - Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak pada Selasa (28/7/2020) dinyatakan bersalah atas semua tujuh tuduhan korupsi, pencucian uang dan penyalahgunaan jabatan, dalam sidang perdana skandal miliaran dolar dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Hakim Pengadilan Tinggi Mohd Nazlan Mohd Ghazali menyampaikan putusan setelah mendapati bahwa penuntut telah berhasil membuktikan ketujuh tuduhan terhadap Najib.

"Setelah mempertimbangkan semua bukti dalam persidangan ini, saya menemukan bahwa penuntutan telah berhasil membuktikan kasusnya tanpa keraguan," kata hakim sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA: Malaysia Bekukan 408 Rekening Bank Terkait Skandal 1MDB

Najib menghadapi tujuh tuduhan pelanggaran kepercayaan, pencucian uang dan penyalahgunaan kekuasaan karena diduga menerima RM42 juta (sekira Rp143 miliar) secara ilegal dari bekas unit 1MDB, SRC International. Mantan perdana menteri berusia 67 tahun itu mengaku tidak bersalah.

Setiap dakwaan membawa denda besar dan hukuman penjara hingga 15 atau 20 tahun. Pengacara Najib mencari penundaan hukuman. Najib mengatakan dia akan mengajukan banding atas keputusan apa pun di pengadilan federal.

Selain dakwaan tersebut, Najib yang dilengserkan dalam pemilihan umum 2018, masih menghadapi berbagai tuntutan kriminal lain terkait dugaan penyelewenangan dana sebesar USD4,5 miliar dari 1MDB. Sebesar USD1 miliar dari dana tersebut diduga masuk ke rekening pribadi Najib.

BACA JUGA: Mahathir: Malaysia Akan Jatuhkan Tuntutan Berlapis Terhadap Najib Razak

Pengacaranya mengatakan Najib ditipu oleh pemodal Malaysia Jho Low dan pejabat 1MDB lainnya, yang membuatnya berpikir bahwa dana yang disimpan dalam rekeningnya disumbangkan oleh keluarga kerajaan Saudi, alih-alih diselewengkan dari SRC. Low membantah klaim pengacara Najib tersebut.

Tuduhan korupsi 1MDB telah menghantui Najib selama lebih dari lima tahun. Tetapi tuntutan kriminal terhadapnya baru muncul setelah kekalahannya dalam pemilihan 2018 ketika penggantinya Mahathir Mohamad membuka kembali penyelidikan.

Kasus ini diawasi ketat dan dipandang sebagai ujian terhadap upaya Malaysia untuk memberantas korupsi, setelah partai Najib kembali berkuasa pada Februari sebagai bagian dari aliansi yang dipimpin oleh Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini