Polisi Bekuk Komplotan Pencuri yang Menyasar Nenek-Nenek

Kuntadi, Koran SI · Rabu 19 Agustus 2020 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 510 2264569 polisi-bekuk-komplotan-pencuri-yang-menyasar-nenek-nenek-tZQVKjsZWi.jpg Tiga pencuri yang menyasar nenek-nenek dibekuk polisi. Foto: Kuntadi

KULONPROGO – Satreskrim Polres Kulonprogo berhasil mengungkap kasus pencurian dengan menyasar nenek-nenek yang ada di pinggir jalan. Modusnya pelaku menanyakan alamat dan mengajak korban masuk ke dalam mobil.

Tiga pelaku yang diamankan tediri dari MH (42) beralamat di Cibinong, Bogor, MT (41) warga Serang, Banten, dan AC (43) warga Depok, Jawa Barat. Mereka diamankan di wilayah Kecamatan Kalibawang setelah melakukan aksi di Nanggulan, Kulonprogo.

Kasatreskrim Polres Kulonprogo AKP Munarso mengatakan, setelah korban melapor, polisi melakukan penyelidikan dan pengejaran. Mereka akhirnya ditangkap di Kalibawang ketika hendak kabur ke arah Magelang, Jawa Tengah.

“Begitu ada laporan langsung dilakukan pengejaran dan mereka bisa kita amankan,” kata Munarso, Rabu (19/8/2020).

Para pelaku ini, tutur Munarso, sengaja menyewa kendaraan dari Jawa Barat untuk dibawa ke Yogyakarta. Berdalih kehabisan bekal, mereka merencanakan pencurian. Sasarannya nenek-nenek yang ada di pinggir jalan dengan modus menanyakan alamat.

Selanjutnya korban diajak masuk ke mobil untuk mengantar ke alamat yang dituju. Saat berada di dalam mobil ini, korban dialihkan pembicaraan dan tanpa sadar tas atau dompet dibawa pelaku.

“Setelah mendapatkan tas atau dompet, korban diturunkan. Pengakuannya mereka sudah beraksi di 10 lokasi di Kulonprogo,” katanya.

Selain mengamankan ketiga pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa mobil, tiga dompet, dan uang tunai senilai Rp5 juta hasil pencurian.

Baca Juga: Mayat di Kamar Mandi Bekasi Diduga Jadi Korban Perampokan

Sementara itu, MT mengaku kedatangannya ke Kulonprogo untuk melakukan silaturahmi kepada keluarganya. Namun selama berada di Kulonprogo mereka kehabisan bekal, sementara harus membayar biaya sewa kendaraan.

“Kita lakukan itu spontan karena kita butuh uang,” katanya.

Dari 10 lokasi, dia sudah mendapatkan uang sekitar Rp5 juta.

Atas kasus ini, pelaku akan dijerat dengan pasal 363 KUHP jo 362 KUHP jo 64 dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini