Share

Cegah Covid-19, Kim Jong-un, Perintahkan Tembak Mati Orang yang Dekati Perbatasan

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 28 Agustus 2020 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 18 2268846 cegah-covid-19-kim-jong-un-perintahkan-tembak-mati-orang-yang-dekati-perbatasan-O4yaJcnHbb.jpg Foto: KCNA.

SEOUL - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un dilaporkan telah memerintahkan pasukan negara itu untuk menembaki siapa pun yang berjalan dalam jarak satu kilometer dari perbatasan dengan China untuk menghindari penyebaran virus corona. Perintah itu diumumkan setelah Kim menarik klaim bahwa Korea Utara tidak tersentuh dari penyakit yang telah menjadi pandemi global itu.

Menurut sebuah laporan dari pembangkang, Kim telah mengirim instruksi untuk menembak siapa pun yang mendekati perbatasan China - Korea Utara dalam jarak satu kilometer.

Langkah keras itu diambil setelah Kim, yang sebelumnya menyatakan negaranya bebas dari Covid-19, mengakui bahwa virus itu mungkin telah memasuki Korea Utara.

BACA JUGA: Muncul Setelah Diisukan Koma, Kim Jong-un Peringatkan Korut Tentang Covid-19 dan Topan

Berita tentang dugaan kebijakan tersebut dilaporkan oleh Radio Free Asia (RFA) dari berbagai sumber di Korea Utara.

Seorang penduduk Provinsi Hamgyong di negara itu mengatakan bahwa mereka telah diberi tahu bahwa kebijakan itu "akan berlaku di sepanjang perbatasan Korea Utara-China sampai pandemi virus corona berakhir".

“Polisi di Kota Hoeryong mengeluarkan pemberitahuan darurat dari Kementerian Jaminan Sosial, mengatakan mereka akan membunuh siapa pun dalam jarak satu kilometer dari perbatasan Korea Utara-China terlepas dari alasan keberadaan mereka di sana,” katanya sebagaimana dilansir Mirror.

BACA JUGA: Antisipasi Korona, Korut Akan Tembak Mati Warga China Bila Mendekati Perbatasan

"Setelah mengumumkan deklarasi tersebut, departemen kepolisian mengatakan kepada publik, 'Virus corona telah menyebar ke mana-mana kecuali negara kita, jadi musuh mencoba menyusup ke perbatasan dengan mengirimkan virus ke sana'.

"Mereka menekankan perlunya meningkatkan kesadaran di antara penduduk daerah perbatasan dan membangun sistem untuk melaporkan orang asing dan aktivitas musuh."

Larangan itu diterapkan di seluruh perbatasan Korea Utara - China sepanjang sekira 1.400 kilometer yang membentang di empat provinsi.

Menurut sumber tersebut, polisi di dekat perbatasan telah mengirim amunisi tambahan untuk membantu menegakkan kebijakan baru tersebut.

"Mereka bahkan mengatakan bahwa tidak ada yang akan bertanggung jawab atas penembakan kematian yang terjadi dalam satu kilometer dari daerah perbatasan," ujarnya.

Sumber militer Korea Utara juga membenarkan kebijakan baru tersebut kepada RFA.

“Sekitar pukul 5 sore. pada tanggal 25, sebuah telegram mendesak dari Komando Tertinggi datang yang memberitahu militer untuk membunuh siapa pun dalam jarak satu kilometer dari perbatasan apa pun alasannya.

"Pesan darurat mulai berlaku mulai tengah malam pada tanggal 26," kata sumber kedua.

"Perintah darurat menetapkan bahwa tentara yang bertugas menjaga perbatasan akan meninggalkan peluru kosong mereka dan hanya membawa amunisi aktif."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini