Konvoi Motor, Emak-emak Geruduk Kantor Disdik Desak Sekolah Dibuka Kembali

Mukhtar Bagus, iNews · Jum'at 28 Agustus 2020 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 519 2268906 sambil-konvoi-motor-emak-emak-geruduk-kantor-disdik-desak-sekolah-dibuka-kembali-U9cGypJSrS.jpg Emak-emak demo minta sekolah tatap muka dibuka kembali (foto: inews)

SURABAYA - Gerah dengan sikap pemerintah yang terus melarang kegiatan pembelajaran di sekolah, puluhan orang tua siswa berunjukrasa ke Kantor Dinas Pendidikan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (29/8/2020) siang. Mereka mendesak pemerintah segera membuka kembali kegiatan belajar tatap muka di sekolah.

Aksi mereka sempat mengundang perhatian masyarakat lantaran mereka datang bergerombol menggunakan sepeda motor sambil membentangkan poster dan spanduk, menyalakan klason dan berorasi di jalanan.

Ketika tiba di kantor Disdik Jombang, mereka langsung menggelar orasi dan meminta agar pemerintah mengkaji ulang penerapan belajar di rumah dengan cara daring, dan menuntut agar mengembalikan siswa ke guru untuk belajar di sekolah secara tatap muka.

demo emak-emak

Menurut mereka, penerapan belajar dengan sistem daring sangat tidak efektif dan membahayakan bagi masa depan siswa. Setiap hari, siswa lebih banyak menghabiskan waktunya dengan handphone sehingga menjadi malas belajar dan sulit menghafal.

Selain itu, penerapan belajar dengan sistem daring juga membuat orang tua menjadi tidak bisa bekerja karena harus menunggui anak-nya yang belajar di rumah.

Para orang tua siswa ini mendesak pemerintah segera membuka kembali sistem belajar tatap muka di sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan.

“Bagaimana ini, kok mamahnya yang belajar, mamahnya yang mengerjakan tugas, setelah itu di foto kirim ke guru, gimana ini. Sementara anak-anak pada main handphone,” teriak Ajeng Widya, salah satu orang tua siswa dalam orasinya.

“Sosialisasinya bagaimana, kejujurannya tidak dapat, kemandirian juga tidak, terus bagaimana ini. Apakah anak-anak cukup berinteraksi dengan gadget,” ujarnya lagi lantang.

Menurut para ibu-ibu, tahun ini merupakan tahun kemunduran dan tahun kebodohan, karena seharusnya ada solusi agar anak-anak bisa kembali ke sekolah belajar tatap muka, tidak terus menerus di rumah, main handphone.

“Untuk onlin usia dini sangat tidak maksimal, tidak bisa mereka hanya mempercayakan siswa didik kepada orangtua, tetapi ya seharusnya ke gurunya dong, ini tidak ada,” tegasnya.

Karena itu, mereka meminta agar siswa didik dikembalikan ke sekolah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini