Meski demikian, polisi masih mencari barang bukti berupa senjata tajam yang dipakai pelaku tawuran. Diduga senjata tersebut dibuang para pelaku tawuran ketika dikejar polisi.
Supriyanto mengakui tawuran di Kota Bambu Utara sudah sering terjadi. Bahkan tawuran yang biasa dipelopori bocah SMP itu membuat warga jadi terbiasa.
Ia mengaku tengah mencari solusi agar dapat meredam tawuran yang diinisiasi anak-anak labil itu. Dirinya pun membutuhkan dukungan dari orang tua dan tokoh masyarakat setempat agar tawuran tidak terus terulang.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.