Puncak perbuatan cabul Marudin terjadi pada Jumat 21 Agustus 2020, sore. Ketika itu, S dan sejumlah ibu-ibu lainnya tengah berkumpul sambil merujak. Tiba-tiba, Marudin datang dan membaur bersama mereka.
"Waktu itu lagi pada ngerujak, nah dia datang ikut makan rujak bareng. Saya kan terus bilang sesuatu, maksudnya bercanda kok abang enggak modal amat ngerujak sama perempuan, itu dia langsung marah," terang S.
Melampiaskan kekesalannya, pelaku langsung meremas payudara korban sambil memelintir. "Besoknya itu merah bagian dada saya, kayak bekas kecakar gitu, keliatan memar," lanjutnya.
Korban lalu membuat laporan ke Mapolres Tangsel dengan nomor TBL/922/K/VIII/2020/SPKT/Res Tangsel, Sabtu 22 Agustus 2020. Laporan itu pun sebelumnya sempat dihalang-halangi dengan intimidasi dan tekanan dari keluarga Marudin.
"Diancam sebelum melapor, katanya mau dimusuhi kalau jadi laporan ke polisi, terus mau diusir dari kontrakan. Karena kan dia (Marudin) keluarga besar, kakak iparnya itu menjabat RW," ucap S.
Baca Juga: Baru Kenal 4 Bulan, Pemuda Ini Nekat Lecehkan Gadis Belia