Ini Pengakuan Ayah Korban Salah Tembak di Makassar

Herman Amiruddin, Okezone · Selasa 01 September 2020 02:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 609 2270539 ini-pengakuan-ayah-korban-salah-tembak-di-makassar-Vt1zGbjczc.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

MAKASSAR - Anjas (23) salah satu korban salah tembak di Jalan Barukang, Makassar, Sulawesi Selatan kini telah di makamkan di kampung halamannya di Kabupaten Maros, Senin 30 Agustus 2020.

Ia sempat dilarikan ke rumah sakit usai menjadi korban penembakan polisi, Minggu 30 Agustus 2020 dini hari.

Dua lainnya mengalami luka tembakan tersebut Iqbal (22), dan Amar (18). Keduanya kini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

 Baca juga: Usut Kasus Korban Salah Tembak di Makassar, 11 Polisi Diperiksa Propam 

Jawad, ayah Anjas, mengatakan peristiwa penembakan itu bermula setelah anaknya keluar minta izin untuk menginap di rumah temannya karena ingin ke tempat pelelangan ikan.

Karena Anjas, kata Jawad, anaknya bekerja di pelalangan ikan dan tidak mengetahui pasti bagaimana anaknya bisa terkena tembakan.

"Saya juga tidak tahu ceritanya bagaimana. Karena yang korban 3 ini kena tembak. Yang dua itu kakinya semua tembus. Anakku yang parah kena kepala," kata Jawad kepada Okezone, Senin 30 Agustus 2020.

 Baca juga: Hadiri Pemakaman Korban Salah Tembak, Kapolres Pelabuhan Makassar: Mudah-mudahan Ini Kejadian Terakhir

Tetapi saat itu, dirinya yang berada di dalam rumah saat penembakan terjadi, mendengar letusan senjata berkali-kali.

Kata dia, terdengar letusan tembakan, sekitar pukul 1.30 WITA dinihari. Namun saat kejadian berlangsung, di sekitar lokasi kejadian tak ada perang kelompok. Dia mendapatkan informasi dari warga di sekitar lokasi, bahwa tembakan itu dikeluarkan polisi yang ada di dekat warga tertembak.

"Jangan tembak, jangan menembak. Pas sudah berhenti baru dikejar sama warga. Sekitar jam setengah satu, setengah dua. Di jalan Barukang. Tidak ada perang, cuma tiba-tiba saja," ungkap Jawad.

Sementara itu Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Kadarislam mengatakan, sejauh ini sudah ada 11 anggota polisi dan 4 warga sipil yang diperiksa.

"Sementara ini ada sebelas yang diperiksa. Sementara masih diperiksa di Polda dan ada empat dari warga sipil yang diperiksa. Sementara saat ini dalam status terperiksa," kata Kadarislam kepada Okezone.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa polisi saat itu sedang melakukan tembakan peringatan lantaran diteriaki maling oleh warga.

Kejadian bermula ketika polisi yang sedang melakukan penyelidikan kasus pengeroyokan menanyakan alamat kepada pemuda yang sedang minum-minuman keras.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini