Prajurit TNI Amankan Ribuan Obat dari Malaysia di Perbatasan Sanggau

Ade Putra, Okezone · Jum'at 11 September 2020 23:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 11 340 2276468 prajurit-tni-amankan-ribuan-obat-dari-malaysia-di-perbatasan-sanggau-6zbT8Hsfl3.jpg Prajurit TNI saat menangkap penyelundupan obat di perbatasan Malaysia (foto: Dok Satgas Pamkas)

SANGGAU - Tim Patroli Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif R 641/Bru, berhasil mengamankan tiga orang yang mencoba menyelundupkan obat-obatan dari Malaysia.

Sebanyak tiga karung obat-obatan merek Paracil tablet 500 mg dengan jumlah keseluruhan 69.920 butir berhasil diamankan saat hendak diselundupkan melalui Jalan Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP).

Ketiga pembawa obat ini merupakan warga Desa Bungkang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

"Mereka diamankan oleh Tim Patroli Satgas Yonif R 641/Bru saat melintasi JIPP di sektor Pos Lubuk Tengah," jelas Dansatgas Pamtas Yonif Raider 641/Bru, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono, Jumat (11/9/2020).

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan Serda Zakaria yang merupakan Dantim Patroli, bahwa sebelumnya mereka mendapat informasi dari Serda Yuli Kristianto, Babinsa Desa Lubuk Sabuk Koramil 1204-02/Sekayam dan masyarakat Desa Lubuk Sabuk bahwa akan ada kegiatan illegal trading di JIPP Sektor Pos Lubuk Sabuk.

Mengetahui adanya informasi tersebut, Komandan Pos Lubuk Sabuk, Letda Inf Wisnu menerjunkan lima personel yang dipimpin oleh Serda Zakaria untuk melaksanakan patroli wilayah.

Benar saja, sekitar pukul 23.00 Wib, tiga orang terlihat memikul tiga karung keluar dari wilayah Malaysia melalui JIPP. Melihat hal ini, lanjut Dansatgas, tim patroli segera menghentikan dan mengamankan ketiga pelaku ke Pos Lubuk Tengah.

"Setelah diinterogasi kepada para pelaku dan pemeriksaan terhadap tiga karung tersebut, ternyata isinya berupa obat-obatan dalam jumlah besar," terang Dansatgas.

Barang bukti tiga karung obat-obatan yang diselundupkan dari Malaysia dan ketiga pelaku kemudian diserahkan kepada ke Kantor Bea dan Cukai Tipe Madya C, Entikong guna proses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bersama pihak Bea dan Cukai, Satgas Yonif R 641/Bru mengadakan pengecekan terhadap barang bukti dengan mesin X-Ray. "Hasil pengecekan X-Ray tidak menemukan adanya indikasi unsur Narkotika di dalam barang bukti tersebut," katanya.

Paracil merupakan obat yang memiliki kandungan parasetamol 500 mg. Obat jenis acetaminopen ini biasanya digunakan untuk penurun demam dan pereda nyeri.

"Walaupun termasuk kategori obat bebas, namun karena masuknya dari luar negeri secara ilegal dan tidak ada sertifikasi dari BPOM atau Karantina Kesehatan, maka masuk kategori ilegal," tutup Kukuh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini