Tikus Raksasa Dianugerahi Medali Atas Jasanya Deteksi Ranjau di Kamboja

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 25 September 2020 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 18 2283661 tikus-raksasa-dianugerahi-medali-atas-jasanya-deteksi-ranjau-di-kamboja-ymDiXxao5R.jpg Foto: PDSA/PA.

SEEKOR tikus raksasa Afrika telah dianugerahi medali emas bergengsi atas pekerjaannya dalam mendeteksi ranjau darat.

Magawa telah mengendus 39 ranjau darat dan 28 amunisi yang tidak meledak sepanjang kariernya.

Badan amal kedokteran hewan Inggris, PDSA, telah memberinya Medali Emas untuk "pengabdian yang menyelamatkan jiwa untuk bertugas, di lokasi dan pembersihan ranjau darat yang mematikan di Kamboja".

BACA JUGA: Tikus Pencari Ranjau, Selamatkan Jutaan Nyawa di Kamboja

Medali Emas PDSA itu bertuliskan "Untuk keberanian hewan atau pengabdian pada tugas". Magawa adalah tikus pertama di antara 30 hewan yang menerima penghargaan tersebut, demikian diwartakan BBC

Magawa yang lahir dan besar di Tanzania memiliki beratnya 1.2kg dan panjang 70cm. Meskipun ukurannya jauh lebih besar dari banyak spesies tikus lainnya, Magawa masih cukup kecil dan cukup ringan sehingga dia tidak memicu ranjau jika dia berjalan di atasnya.

Hewan pengerat berusia tujuh tahun itu dilatih oleh organisasi amal Apopo organisasi amal Belgia yang berbasis di Tanzania. Apopo telah memelihara hewan - yang dikenal sebagai HeroRATs, untuk mendeteksi ranjau darat dan tuberkulosis sejak 1990-an.

BACA JUGA: Dua Orang Tewas Dalam Upaya Penjinakan Ranjau di Kamboja

Tikus dilatih untuk mendeteksi senyawa kimia di dalam bahan peledak, yang berarti mereka mengabaikan besi tua dan dapat mencari ranjau lebih cepat. Begitu mereka menemukan bahan peledak, mereka menggaruk bagian atas untuk memberi tahu rekan kerja manusia mereka.

Hewan-hewan tersebut disertifikasi setelah satu tahun pelatihan.

"Menerima medali ini benar-benar suatu kehormatan bagi kami," kata Pimpinan Eksekutif Apopo Christophe Cox kepada Press Association. "Tapi juga besar bagi orang-orang di Kamboja, dan semua orang di seluruh dunia yang menderita kerana ranjau darat."

Diperkirakan ada hingga enam juta ranjau darat di Kamboja, peninggalan dari masa perang.

Menurut LSM pembersihan ranjau, HALO Trust, Kamboja telah mencatat lebih dari 64.000 korban dan sekitar 25.000 diamputasi karena ranjau darat sejak 1979. Banyak yang diletakkan selama perang saudara di negara itu pada tahun 1970-an dan 1980-an.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini