Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Klinik Aborsi Jakpus, Polisi Sebut Calo Ambil Untung Lebih Banyak dari Dokter

Erfan Maaruf , Jurnalis-Sabtu, 26 September 2020 |10:53 WIB
Klinik Aborsi Jakpus, Polisi Sebut Calo Ambil Untung Lebih Banyak dari Dokter
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Polisi menyebut orang yang mencari pasien (calo) klinik aborsi ilegal di Percetakan Negara III, Senen, Jakarta Pusat meraup untung lebih banyak dibanding pemilik dan dokter klinik. Pada satu orang pasien, seorang calo bisa mengambil untung 50 persen untuknya sendiri.

Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, keuntungan 50 persen lainnya akan diberikan ke pemilik klinik aborsi kemudian dibagi kepada perawat, resepsionis, dan pengantar sebesar Rp150 - 250 ribu per hari. Sisanya akan dibagi 40 persen ke dokter dan 40 persen pemilik tempat.

"Jadi untung calo ini lebih besar dibanding tenaga support tim dan dokter," ujar Calvijn saat dihubungi, Sabtu (26/9/2020).

BACA JUGA: 3 Fakta Baru Kasus Klinik Aborsi Ilegal Jakarta Pusat

Tingginya keuntungan yang diperoleh ini membuat para calo berusaha semaksimal mungkin mempromosikan klinik aborsi. Salah satunya dengan memasarkannya lewat internet dan membuat website klinikaborsiresmi.com.

"Web itu dibuat oleh calo. Kami menemukan fakta bahwa dalam pratik aborsi, peran calo sangat besar," kata Calvijn.

Klinik aborsi ilegal ini telah digerebek oleh polisi dan menangkap 10 orang. Adapun ke-10 tersangka tersebut, antara lain berinisial LA (52 tahun), DK (30), NA (30), MM (38), YA (51), RA (52), LL (50), ED (28), SM (62), dan RS (25).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement