Usai Bakar Kantor Disnaker, Massa Bakar Kantor DPMK Keerom Papua

Chanry Andrew S, iNews · Kamis 01 Oktober 2020 21:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 340 2287043 usai-bakar-kantor-disnaker-massa-bakar-kantor-dpmk-keroom-papua-TtmF26MrQR.jpg Massa membakar kantor DPMK Kabupaten Keerom (foto: iNews)

KEROOM - Merasa tidak puas dengan hasil pengumuman CPNS oleh Pemerintah Kabupaten Keerom, Papua. Ratusan warga yang merupakan para pencari kerja mengamuk dan membakar sejumlah fasilitas pemerintah di daerah itu.

Aula kantor Badan Perbatasan, Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Keerom dan kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) kabupaten Keroom menjadi sasaran amuk massa, pada Kamis (1/10/2020) sore hingga malam ini.

Baca juga: Kecewa Hasil CPNS, Massa Bakar Kantor Disnaker Keerom Papua

Aksi pembakaran ini dilakukan secara spontan dilakukan oleh ratusan warga. Mereka terlebih dahulu melakukan pengerusakan terhadap fasilitas perkantoran dan melakukan pembakaran.

kebakaran

Aparat kepolisian Polres Keroom sempat menguasai keadaan setelah ratusan warga yang emosi berhasil dipukul mundur oleh aparat kepolisian. Namun emosi warga yang tidak terkendali berimbas hingga ke dalam halaman kantor dan melakukan pembakaran.

Jumlah aparat yang tidak sebanding dengan massa membuat pembakaran fasilitas pemerintahan tidak dapat dihindarkan.

Usai membakar aula kantor Perbatasan dan kantor Dinas Tenaga Kerja pada sore hari, massa kemudian bergerak dan melakukan pembakaran pada kantor Dinas Pemberdayan Masyarakat Kampung, Kabupaten Keerom pada malam hari.

Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw saat dikonfirmasi terkait peristiwa ini, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyayangkan aksi pembakaran tersebut.

Menurut Waterpauw, terkait penerimaan CPNS di kabupaten Keerom, telah memenuhi kuota sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2002 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua, yaitu 80 persen bagi Orang Asli Papua (OAP) dan 20 persen non-OAP.

"Kami menyesali pembakaran terjadi. Kami tahu bahwa tenaga perawat, guru, dan dokter merupakan bidang yang membutuhkan keahlian dan kualitas spesifik. Mereka tidak menerima kekurangannya dan berharap semua harus dipenuhi pemerintah," kata Paulus Waterpauw, Kamis (1/10/2020) malam.

Jenderal Bintang Dua itu pun menegaskan, akan mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap siapa saja yang terlibat dalam aksi pembakaran kantor Disnaker Kabupaten Keerom.

Polisi masih berjaga di sekitar kompleks perkantoran yang dibakar. Sementara, api hingga kini belum selesai dipadamkan.

"Apa maksudnya main bakar. Tidak boleh kejadian seperti ini. Kami tetap proses hukum dan tangkap para pelakunya," tegas Paulus Waterpauw.

Dia mengatakan, memerintahkan Kapolres Keerom AKBP Baktiar Joko Mujiono untuk mengusut kasus ini.

Mantan Kapolda Sumut ini menambahkan, pihaknya akan mencari pelaku pengerusakan dan pembakaran. Selanjutnya, mengkungkap siapa saja provokator di balik pembakaran tersebut.

"Tadi Wakapolda bersama sejumlah pejabat utama Polda Papua sudah menuju lokasi kejadian untuk mem-back up penanganan kasus ini. Mereka akan olah TKP dan melakukan pemeriksaan," kata Paulus.

Sementara itu, Pejabat Sementara Bupati Kabupaten Keerom, Ridwan Rumasukun telah mengetahui pembakaran kantor Dinas Tebaga Kerja yang terletak di Arso, Keerom.

Kini, ia masih berada di lokasi kejadian untuk berkoordinasi dengan pihak terkait dalam proses pemadaman api.

"Kami sangat menyayangkan ini terjadi. Pengumuman hasil ujian CPNS memang sempat ditunda sejak tiga bulan lalu. Setelah saya ditunjuk Pjs Bupati oleh gubernur beberapa hari lalu, pengumuman CPNS saya umumkan hari ini," kata Ridwan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini