Share

Diperkirakan Capai Rp164 Triliun, Biaya Pemilu AS 2020 Jadi Terbesar dalam Sejarah

Agregasi VOA, · Jum'at 02 Oktober 2020 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 02 18 2287410 diperkirakan-capai-rp164-triliun-biaya-pemilu-as-2020-jadi-terbesar-dalam-sejarah-3K9On8RVor.jpg Foto: C-Span.

WASHINGTON DC - Badan pemerhati keuangan kampanye Amerika Serikat (AS) memperkirakan pemilihan umum 2020 akan menjadi yang termahal dalam sejarah negara itu.Biaya kampanye pada pemilu kali ini diperkirakan mencapai USD11 miliar atau sekira Rp164 triliun.

Dalam laporan yang dirilis pada Kamis (1/10/2020), Center for Responsive Politics (CRP) memperkirakan biaya pemilu presiden dan kongres pada 2020 mencapai USD10,8 miliar. Jumlah ini 50 persen lebih besar dibandingkan pemilihan presiden 2016 setelah disesuaikan dengan inflasi.

Perkiraan CRP ini didasarkan pada pengeluaran yang sejauh ini telah dikeluarkan dalam masa kampanye ini dan tambahan pengeluaran yang tampaknya akan dikeluarkan pada bulan-bulan terakhir menjelang pemilihan presiden pada 3 November.

BACA JUGA: Serba-Serbi Pilpres AS 2020, Mengenal Electoral College dan Swing States

Sejauh ini Partai Demokrat memiliki tingkat pengeluaran sangat besar dibanding Partai Republik, baik untuk pemilu presiden maupun kongres. CRP mengatakan tingkat pengeluaran Partai Demokrat mencapai 54 persen, sementara Partai Republik 39 persen dari total pengeluaran.

“Pemilu 2018 memecahkan rekor penggalangan dana untuk pemilu sela, dan 2020 akan mengalahkan semua pengeluaran pemilu yang pernah kita lihat atau bayangkan sebelumnya,” ujar Sheila Krumholz, Direktur Eksekutif CRP dalam pernyataan yang dilansir VOA.

Pertarungan menuju ke Gedung Putih antara petahana Presiden Donald Trump dan penantangnya dari Partai Demokrat Joe Biden diperkirakan akan menghabiskan USD5,2 miliar, lebih dari dua kali lipat dibanding pemilihan presiden 2016. Sisanya, yaitu USD5,6 miliar atau Rp77,6 triliun, digunakan untuk ratusan pemilihan untuk memilih anggota Kongres.

BACA JUGA: Pilpres AS Disebut Jadi Target Serangan Ilmu Hitam

Dalam pemilu kali ini, kandidat presiden dan Kongres telah menghabiskan USD7,2 miliar atau Rp107.45 triliun, angka yang tampaknya akan melesat ketika kandidat-kandidat untuk Kongres melaporkan angka pengeluaran kuartal ketiga mereka.

“Ini bukan pemilu biasa, namun masuknya dana kampanye pada saat-saat terakhir bisa jadi akan mendorong pengeluaran menjadi lebih tinggi lagi,” tambahnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini