Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diguyur Hujan Deras, Kota Ambon Diterjang Banjir dan Longsor

Awaludin , Jurnalis-Minggu, 04 Oktober 2020 |14:16 WIB
Diguyur Hujan Deras, Kota Ambon Diterjang Banjir dan Longsor
Sungai Batumerah saat meluap di Kota Ambon (foto: Dok BNPB)
A
A
A

JAKARTA – Kecamatan Sirimau dan Baguala, Kota Ambon mengalami banjir dan longsor, setelah diguyur hujan deras pada Sabtu 3 Oktober 2020, sejak pukul 18.00 setempat. Akibat hujan deras, Sungai Batumerah meluap hingga menenggelamkan rumah warga sekitar.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, BPBD Kota Ambon memantau teridentifikasi di beberapa desa di Kecamatan Sirimau dan Baguala, Kota Ambon kebanjiran.

Saat terjadi banjir, kata Raditya, tinggi genangan terpantau sekitar 100 meter. Namun demikian, genangan segera surut karena kondisi topografi kota yang berada di pesisir.

"BPBD setempat melaporkan 1 rumah rusak berat akibat banjir, sedangkan 5 lainnya rusak ringan tertimpa longsoran tanah," kata Raditya dalam keterangannya, Minggu (4/10/2020).

 Kota Ambon Kebanjiran

Kata dia, lokasi terdampak teridentifikasi berada di 4 kecamatan, yaitu Sirimau, Baguala, Nusaniwe dan Leitimur Selatan. Sebanyak 16 wilayah terdampak di tingkat administrasi desa dan kelurahan, antara lain Batumerah, Galala, Honipopu, Batu Meja, Uritetu, Hative Kecil, Ahusen, Amantelu, Batu Gajah, Negeri Lama, Latta, Passo, Mangga Dua, Kuda Mati, Urimessing dan Hutumuri.

Selain mengakibatkan kerusakan sektor pemukiman, banjir dan longsor menyebabkan warga terdampak. BPBD melaporkan 6 KK (7 jiwa) terdampak, sedangkan sejumlah warga 20 KK sempat dilaporkan melakukan pengungsian sementara di Gedung BLK Kota Ambon.

"Hingga hari ini, pendataan di lapangan masih berlangsung dan sebagian pengungsi mandiri telah kembali ke rumah. Peristiwa ini tidak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa," sambungnya.

Menurutnya, Kota Ambon termasuk wilayah dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISk, setidaknya dua kecamatan dengan populasi terpapar sekitar 8.030 jiwa berada di wilayah dengan potensi tersebut.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement