4 Bocah Jadi Tersangka Perusakan Pos Polisi saat Demo di Kawasan Malioboro

Agregasi Sindonews.com, · Jum'at 09 Oktober 2020 20:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 510 2291326 4-bocah-jadi-tersangka-perusakan-pos-polisi-saat-demo-di-kawasan-malioboro-gYF22NM5L9.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

YOGYAKARTA - Polresta Yogyakarta, menetapkan empat orang tersangka pelaku tindak anarkis di kawasan Malioboro, saat aksi menolak UU Omnibus Law di DPRD DIY, Kamis 8 Oktober 2020 sore.

Para tersangka tersebut masing-masing, IM (17); SB (16); dan LA (16) semuanya warga Bantul, dan masih pelajar serta CF (19) warga Danurejan, Yogyakarta. Keempatnya sudah ditahan di Mapolresta Yogyakarta.

Polresta Yogyakarta sendiri mengamankan 95 orang yang diduga pelaku anarkis. Dari jumlah itu, langsung dilakukan rapid test untuk mengantisipasi penularan Covid-19, hasilnya satu orang reaktif dan diisolasi di RS Bhayangkara Polda DIY.

 Baca juga:

 Susun PP & Perpres Ciptaker, Jokowi: Pemerintah Terbuka Masukan dari Masyarakat   

Jokowi Tegaskan Tak Ada Komersialisasi Pendidikan di UU Ciptaker

Petugas juga menyita pecahan botol mineral tempat bensin, batu, ban bekas, korek api dan besi sebagai barang bukti.

"Mereka ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat aksi perusakan pos polisi dan percobaan pembakaran," kata Kasat Rekskrim Polreata Yogyakarta, AKP Riko Sanjaya saat ungkap kasus di Mapolresta Yogyakarta, Jumat (9/10/2020).

Riko menjelaskan, masih mengembangkan kasus ini, terutama peran para tersangka. Sebab dari hasil pemeriksaan mereka ikut aksi menolak UU Omnibus Law setelah mendapat pesan berantai dari grub WhatsApp.

"Untuk itu, terus melakukan penyelidikan terkait orang yang menjadi provokator dalam aksi itu," paparnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 170 tentang kekerasan dan pasal 406 tentang perusakan secara bersama-sama, dengan ancaman hukuman kurungan penjara maksimal 2 tahun 8 bulan penjara. Mengenai pembakaran Cafe Legian, menurut Riko penyidik masih terus melakukan penyelidikan di lapangan dengan didukung Polda DIY.

"Kita lakukan penyelidikan dari rekaman CCTV," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini