Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

TGPF Kasus Intan Jaya Terus Bekerja Walaupun Diserang KKB

Chanry Andrew S , Jurnalis-Sabtu, 10 Oktober 2020 |21:01 WIB
 TGPF Kasus Intan Jaya Terus Bekerja Walaupun Diserang KKB
KKB saat menembaki anggota TGPF dan prajurit TNI (foto: Screenshot video)
A
A
A

JAYAPURA - Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya, Benny J. Mamoto menegaskan, tim yang dibentuk oleh Menko Polhukam Mahfud MD untuk mengungkap sejumlah peristiwa penembakan di Intan Jaya bulan September lalu, tidak gentar dengan peristiwa penembakan terhadap mereka di Mamba Bawah, Distrik Sugapa, Papua, Jumat 9 Oktober 2020 kemarin.

“Kami di TGPF sama sekali tidak gentar, karena peristiwa penembakan kemarin yang menyebabkan salah satu anggota tim, pak Bambang Purwoko tertembak. Kami terus bekerja untuk menuntaskan tugas yang diberikan oleh pemerintah kepada tim ini,” tegas Benny J. Mamoto di Intan Jaya, Sabtu (10/10/2020).

Benny menambahkan, saat ini tim masih berada di Sugapa dan sedang melanjutkan investigasi dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk beberapa orang yang kemarin dijadwalkan ulang. Pemeriksaan ini sebagai lanjutan atas wawancara terhadap sejumlah saksi di lokasi penembakan pendeta Yeremias Zambani di Hitadipa.

 Baca juga:

Anggota TGPF Korban Penembakan KKB di Intan Jaya Dievakuasi ke Jakarta 

Antisipasi Serangan KKSB, Tim Investigasi Kasus Intan Jaya Gunakan Rompi dan Helm Antipeluru

Para saksi, kata Benny, menceritakan apa yang dilihat dan didengar di lokasi dan sekitar lokasi saat peristiwa penembakan itu terjadi. Sementara tim yang berada di Jayapura hari ini juga melanjutkan tugas dengan bertemu sejumlah pihak, termasuk tokoh gereja.

“Mohon doanya agar rencana-rencana selanjutnya berjalan lancar, hingga kami menyelesaikan tugas ini dengan baik,” ujar Benny yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement