Warga kemudian menegur TS namun diabaikan. Kemudian warga meminta kepada satpam klaster untuk mengimbau TS.
Baca Juga: Ribut karena Belasan Mobil Mewah Parkir Sembarangan di Perumahan, Polisi Periksa Saksi
"Warga Klaster Asia komplain, resah, akhirnya disampaikan kepada pihak satpam dan sudah diberikan imbauan. Tapi warga tersebut tidak mengindahkan, tidak kooperatif, sehingga pada tanggal 14 Oktober lalu terjadi penertiban," lanjutnya.
Kemudian pada saat penertiban dilakukan terjadi perselisihan antara TS dan para satpam. Diketahui sebanyak 30 satpam mendatangi rumah TS untuk melakukan penertiban. TS sendiri tetap tidak berkenan hingga akhirnya terjadi aksi saling dorong.
"Terjadi selisih paham, terus warga tersebut tidak berkenan untuk dilakukan penertiban, terjadilah dorong-dorongan. Terus diduga, ini masih dugaan ya, ada pemukulan," lanjut Maulana.