Rampas Mobil Ibu Hamil, 2 Debt Collector Ditangkap

Hari Kasidi, iNews · Rabu 21 Oktober 2020 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 340 2297354 rampas-mobil-ibu-hamil-2-debt-collector-ditangkap-c95fcGNOiI.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

MATARAM - Dua orang debt collector dibekuk Tim Puma Polresta Mataram, kedua pelaku yang diamankan berinisial NV (36) warga Ampenan Utara, Kota Mataram, dan LE (31) warga Praya Lombok Tengah.

Kedua pelaku diketahui telah merampas mobil Suzuki APV warna hitam milik ibu hamil di Kota Mataram.

"Ini kasus dengan modus operandi debt collector. Ada dua pelaku yang kami amankan,’’ ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, Rabu (21/10/2020).

Perampasan mobil terjadi di Jalan Bung Karno Kota Mataram. Saat itu korban baru menyelesaikan pembayaran cicilan ke salah satu perusahaan finance. Setelah itu korban dihadang oleh kedua pelaku yang mengaku diperintahkan oleh perusahaan finance, dengan alasan korban menunggak setoran kredit. Korban tidak bisa membayar dan mobilnya dibawa kedua pelaku.

"Ada negosiasi sebenarnya dan korban yang sedang hamil sempat ada ancaman dengan nada tinggi. Merasa terancam korban pasrah dibawa kunci mobilnya,’’ bebernya.

 penangkapan

Korban lalu melapor ke kepolisian dan ditindaklanjuti. Dari pemeriksaan dokumen yang ada. Serah terima mobil oleh korban tidak diserahkan secara suka rela. Sementara berdasarkan keputusan terbaru Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 18/PUU-XVII/2019 yang dikeluarkan 6 Januari 2020. Bahwa perusahaan pembiayaan alias leasing tak bisa sembarangan melakukan penyitaan secara sepihak. Penyitaan harus seizin pemilik ataupun berdasarkan keputusan pengadilan yang sah.

"Itu yang menjadi dasar kita untuk menindaklanjuti kasus ini. Keduanya sudah menjadi tersangka,’’ kata Kadek.

"Pelaku sering berbagi informasi dengan rekan-rekannya untuk mobil yang menunggak. Baru nanti dieksekusi. Kalau dikasus ini, korban memang ada tunggakan setoran kurang setahun," tuturnya.

Keduanya juga sudah berprofesi sebagai debt collector selama beberapa tahun. ‘’ Yang satunya sudah 10 tahun. Satunya lagi baru satu tahun menjalani profesi itu,’’ sambungnya.

Keduanya terancam dijerat Pasal 368 Ayat (1) Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP atau Pasal 335 Ayat (1) tentang pemerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini