Terumbu Karang Raksasa Ditemukan di Australia, Lebih Tinggi dari Menara Petronas

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 28 Oktober 2020 16:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 18 2300849 terumbu-karang-raksasa-ditemukan-di-australia-lebih-tinggi-dari-menara-petronas-LFlIwLRgr2.jpg Terumbu karang yang ditemukan diyakini lebih tinggi dari bangunan pencakar langit Gedung Empire State dan Menara Petronas. (Foto: Schmidt Ocean Institute)

CANBERRA - Sebuah terumbu karang raksasa telah ditemukan di ujung utara Great Barrier Reef Australia. Ilmuwan mengatakan bahwa ini adalah penemuan terumbu karang pertama dalam 120 tahun.

Dengan tinggi 500 meter, terumbu lebih tinggi dari Gedung Empire State di New York dan Menara Kembar Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia.

Tim ilmuwan sedang dalam misi 12 bulan menemukan terumbu karang, yang terpisah dari Great Barrier Reef di lepas pantai Cape York itu, pekan lalu. Terumbu karang itu ditemukan setelah para ilmuwan melakukan pemetaan 3D dasar laut di area tersebut.

BACA JUGA: Ilmuwan Ungkap Kerusakan Great Barrier Reef Kian Meluas

Sebuah tim di atas kapal penelitian milik Schmidt Ocean Institute (SOI), sebuah kelompok nirlaba yang berbasis di California, menggunakan robot bawah air untuk menjelajahi terumbu karang.

Dikenal sebagai SuBastian, robot itu menyiarkan langsung video penemuan tersebut pada Minggu (25/10/2020) dan mempostingnya ke YouTube.

"Menemukan karang baru setinggi setengah kilometer di lepas pantai Cape York di Great Barrier Reef yang terkenal menunjukkan betapa misteriusnya dunia di luar garis pantai kita," kata Direktur Eksekutif SOI, Dr Jyotika Virmani sebagaimana dilansir BBC.

BACA JUGA: Terumbu Karang Terbesar di Australia Ada di Sini

"Kombinasi data pemetaan dan pencitraan bawah air yang hebat ini akan digunakan untuk memahami terumbu baru ini dan perannya dalam Area Warisan Dunia Great Barrier Reef yang luar biasa."

Great Barrier Reef, terumbu karang terbesar di dunia, adalah rumah bagi lebih dari 1.500 spesies ikan, 411 spesies karang keras, dan puluhan spesies lainnya.

Membentang sepanjang 2.300 km, terumbu karang ini ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia pada 1981 karena "kepentingan ilmiah dan intrinsiknya yang sangat besar".

Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, Great Barrier Reef telah rusak parah oleh laut yang lebih hangat yang telah membunuh karang, menyebarkan kehidupan laut lainnya dan mempercepat pertumbuhan alga dan kontaminan lainnya.

Para ilmuwan mengatakan, ini adalah penemuan terumbu karang pertama di wilayah tersebut sejak akhir 1800-an, kata para ilmuwan. Diketahui ada tujuh terumbu karang tinggi lainnya di wilayah ini, termasuk yang ada di Pulau Raine, tempat bertelur penyu hijau terpenting di dunia.

Meskipun terumbu karang itu berada di dasar laut di Queensland Utara, ia terpisah, yang berarti ia bukan bagian dari badan utama Great Barrier Reef.

Robot SuBastian yang digunakan untuk mengambil video dari karang raksasa di pantai utara Australia. (Foto: SOI)

Terumbu karang yang dideskripsikan “seperti pisau” itu memiliki lebar 1,5 km, kemudian naik 500 meter ke kedalaman dangkal hanya 40m di bawah permukaan laut.

"Penemuan tak terduga ini menegaskan bahwa kami terus menemukan struktur tak dikenal dan spesies baru di lautan kami," kata salah satu pendiri SOI, Wendy Schmidt.

"Pengetahuan kita tentang apa yang ada di lautan telah lama sangat terbatas. Berkat teknologi baru yang berfungsi sebagai mata, telinga, dan tangan kita di laut dalam, kita memiliki kapasitas untuk menjelajah tidak seperti sebelumnya.

"Pemandangan samudra baru terbuka bagi kita, mengungkapkan ekosistem dan beragam bentuk kehidupan yang berbagi planet ini dengan kita."

Peneliti diperkirakan akan melanjutkan survei di bagian utara Great Barrier Reef hingga 17 November.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini