Ini Penjelasan BMKG Terkait Gempabumi di Bolsel Sulut M5,7

Subhan Sabu, Okezone · Rabu 28 Oktober 2020 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 340 2300878 ini-penjelasan-bmkg-terkait-gempabumi-di-bolsel-sulut-m5-7-USbbBGvm2X.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

MANADO - Gempa bumi Magnitudo 5,7 terjadi di Sulawesi Utara (Sulut) sekira pukul 17.08 Wita. Gempa tersebut berlokasi di 0.30 Lintang Selatan, 124.49 Bujur Timur, 93 km Tenggara Bolaanguki, Bolaang Mongondow Selatan, Sulut pada kedalaman 10 Km.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 5,4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,25 Lintang Selatan dan 124,53 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 91 km arah Tenggara Kota Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara pada kedalaman 42 km.

Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi BMKG Sulut, Edward H Mengko mengatakan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas Subduksi Lempeng Laut Maluku.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Mengko.

 Baca juga: Bolsel Sulut Diguncang Gempa Magnitudo 5,7 

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Bolaang Uki, Kotamobagu, Tutuyan dengan skala II-III MMI dan Manado skala II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," ujar Mengko.

Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock), namun Mengko mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini